DaerahUncategorized

BKKBN Sulteng Bina Tenaga Lini Lapangan di Tolitoli

44
×

BKKBN Sulteng Bina Tenaga Lini Lapangan di Tolitoli

Sebarkan artikel ini
KUNJUNGAN PERDANA - Tampak Kepala Perwakilan Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga BKKBN Provinsi Sulawesi Tengah, Nuryamin, S.TP., MM foto bersama dengan Kepala Dinas P2KB Tolitoli dan seluruh pejabat dan staf

TOLITOLI, Suluh Merdeka – Kepala Perwakilan Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga BKKBN Provinsi Sulawesi Tengah, Nuryamin, S.TP., MM, melakukan kunjungan perdana ke Kabupaten Tolitoli bersama Sekretaris, Irma, SE., MM, dan Ketua Tim Kerja III, Muh. Rosni, SE, M.Si, Senin (6/7)

Kunjungan tersebut diagendakan untuk melakukan pembinaan terhadap tenaga lini lapangan yang bertugas di 10 kecamatan di Kabupaten Tolitoli. Kegiatan berlangsung di Aula Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP2KB) Kabupaten Tolitoli.

Pembinaan ini menjadi bagian penting dalam memperkuat kapasitas tenaga lini lapangan sebagai ujung tombak pelaksanaan program Kependudukan, Keluarga Berencana, dan Pembangunan Keluarga (Bangga Kencana) serta mendukung percepatan penurunan stunting di Kabupaten Tolitoli.

Kepala DP2KB Kabupaten Tolitoli, Yustiyanto Bantilan, S.Kom, M.Si, dalam sambutannya menyampaikan bahwa tenaga lini lapangan memiliki posisi strategis dalam memastikan berbagai program pemerintah dapat tersosialisasi dan terlaksana secara tepat sasaran hingga ke tingkat desa, kelurahan, bahkan lingkungan masyarakat paling bawah.

Menurutnya, penyuluh keluarga berencana merupakan ujung tombak pelaksanaan program Bangga Kencana di lapangan. Mereka tidak hanya bertugas memberikan informasi mengenai program keluarga berencana, tetapi juga memiliki peran dalam edukasi, pendampingan, advokasi, serta membangun kemitraan dengan berbagai pihak.

“Peran saudara-saudara sangat strategis dalam memberikan edukasi, pendampingan, advokasi, serta membangun kemitraan dengan berbagai pihak guna mewujudkan keluarga yang berkualitas, sehat, sejahtera, dan berketahanan,” ujar Yustiyanto.

Ia mengatakan, tantangan pembangunan kependudukan dan keluarga saat ini semakin kompleks. Tenaga lini lapangan tidak hanya dituntut memastikan pelayanan program keluarga berencana berjalan optimal, tetapi juga berkontribusi dalam percepatan penurunan stunting, peningkatan kualitas keluarga, pembinaan remaja, serta penguatan ketahanan keluarga.

Karena itu, Yustiyanto menekankan pentingnya peningkatan kompetensi, integritas dan profesionalisme tenaga lini lapangan. Kemampuan beradaptasi dengan perkembangan teknologi dan pola komunikasi masyarakat juga dinilai menjadi kebutuhan penting dalam mendukung efektivitas pelaksanaan program di lapangan.

“Kegiatan pembinaan ini merupakan momentum yang sangat penting untuk memperkuat kapasitas, menyamakan persepsi, meningkatkan koordinasi, sekaligus mengevaluasi pelaksanaan program di lapangan,” katanya.

Yustiyanto berharap seluruh peserta dapat mengikuti kegiatan tersebut dengan sungguh-sungguh, aktif berdiskusi, berbagi pengalaman, serta mengimplementasikan pengetahuan yang diperoleh dalam pelaksanaan tugas sehari-hari.

Ia juga mengajak seluruh penyuluh KB untuk terus menjaga semangat pengabdian dan meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat. Sinergi dengan pemerintah desa, puskesmas, kader, tokoh masyarakat, serta seluruh pemangku kepentingan juga harus terus diperkuat.

“Dengan kerja sama dan sinergi yang baik, saya yakin target-target pembangunan keluarga dan kependudukan dapat kita capai secara optimal,” tuturnya.

Lebih lanjut, Yustiyanto berharap kegiatan pembinaan tersebut mampu meningkatkan kapasitas, kompetensi, sekaligus motivasi para tenaga lini lapangan sehingga semakin efektif menjalankan tugas sebagai garda terdepan program Bangga Kencana.

Menurutnya, keberhasilan program kependudukan dan pembangunan keluarga sangat bergantung pada kemampuan tenaga lapangan dalam menerjemahkan kebijakan pemerintah menjadi pelayanan dan pendampingan yang benar-benar dirasakan masyarakat.

“Harapan utama kita adalah mensukseskan program Bangga Kencana dan mempercepat penurunan stunting secara langsung hingga ke tingkat akar rumput. Untuk itu, tenaga lini lapangan harus terus diperkuat agar mampu menjadi penggerak program di tengah masyarakat,” pungkasnya.

Kunjungan perdana jajaran Perwakilan BKKBN Provinsi Sulawesi Tengah tersebut diharapkan semakin memperkuat koordinasi antara pemerintah provinsi dan pemerintah daerah, sekaligus mendorong pelaksanaan program kependudukan dan pembangunan keluarga yang lebih terintegrasi di seluruh wilayah Kabupaten Tolitoli.(*)