BeritaDaerah

DP2KB Tolitoli Tekankan Pentingnya Jarak Kelahiran

20
×

DP2KB Tolitoli Tekankan Pentingnya Jarak Kelahiran

Sebarkan artikel ini
Kepala Dinas P2KB Tolitoli Yustiyanto Bantilan. S.Com.M.Si

TOLITOLI, Suluh Merdeka – Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP2KB) Kabupaten Tolitoli menegaskan pentingnya pembangunan keluarga yang sehat dan berkualitas sebagai bagian dari program strategis di bidang kependudukan dan keluarga berencana.

Kepala DP2KB Tolitoli, Yustiyanto Bantilan, S.Kom., M.Si., menjelaskan bahwa pembangunan keluarga menjadi salah satu bagian penting dalam Grand Design Pembangunan Kependudukan (GDPK), yang diarahkan untuk menciptakan keseimbangan antara dinamika kependudukan dengan peningkatan kualitas sumber daya manusia.

Menurutnya, salah satu aspek yang menjadi perhatian dalam pembangunan kependudukan adalah pengendalian angka kelahiran dan laju pertumbuhan penduduk. Namun, pengendalian tersebut bukan berarti pemerintah membatasi masyarakat untuk memiliki anak.

“Kami tidak membatasi masyarakat dalam merencanakan jumlah anak. Yang kami atur adalah jarak kelahirannya. Kabupaten Tolitoli masih membutuhkan peningkatan kualitas dan jumlah penduduk, sehingga tidak ada pembatasan angka kelahiran,” jelas Yustiyanto.

Ia mengatakan, pengaturan jarak kelahiran justru menjadi bagian penting dalam upaya menjaga kesehatan ibu dan anak. Jarak kehamilan yang cukup memberikan kesempatan bagi tubuh ibu untuk memulihkan kondisi setelah proses persalinan, sekaligus mempersiapkan kehamilan berikutnya dengan lebih baik.

“Kami mengatur jarak kelahiran. Antara kelahiran pertama dan kedua minimal dua tahun. Hal ini penting untuk memastikan kondisi kesehatan ibu benar-benar pulih sebelum mempersiapkan kehamilan berikutnya,” ujarnya.

Menurut Yustiyanto, perencanaan keluarga yang baik tidak hanya berkaitan dengan jumlah anak, tetapi juga menyangkut kesiapan kesehatan ibu, tumbuh kembang anak, kondisi ekonomi keluarga, serta kemampuan orang tua dalam memberikan pengasuhan yang optimal.

Pengaturan jarak kelahiran juga diharapkan dapat berkontribusi terhadap upaya menurunkan risiko kematian ibu dan bayi. Dengan memberikan waktu pemulihan yang memadai bagi ibu serta memastikan kehamilan direncanakan secara matang, kualitas kesehatan keluarga diharapkan dapat terus meningkat.

Selain aspek kesehatan, pembangunan keluarga berkualitas juga menjadi investasi jangka panjang bagi daerah. Keluarga yang sehat dan memiliki perencanaan yang baik akan lebih mampu memberikan pengasuhan, pendidikan, serta pemenuhan kebutuhan dasar bagi anak sehingga dapat tumbuh menjadi sumber daya manusia yang berkualitas.

Karena itu, DP2KB Tolitoli terus mendorong masyarakat untuk meningkatkan kesadaran mengenai pentingnya perencanaan keluarga. Edukasi mengenai kesehatan reproduksi, kontrasepsi, pengaturan jarak kelahiran, hingga pemenuhan kebutuhan tumbuh kembang anak menjadi bagian dari upaya membangun keluarga yang sehat, mandiri, dan berkualitas.

“Pada prinsipnya, kami ingin masyarakat memahami bahwa program keluarga berencana bukan untuk membatasi masyarakat memiliki anak, tetapi bagaimana kehamilan dan kelahiran direncanakan dengan baik sehingga ibu dan anak tetap sehat dan keluarga dapat memberikan pengasuhan yang optimal,” pungkasnya.(*)

Penulis: RendraEditor: Yuslih Anwar