oleh

Bercukai Palsu, Bea Cukai Pantoloan Musnahkan 614 Ribu Batang Rokok Sitaan

SuluhMerdeka.com – Kantor Bea Cukai Pantoloan memusnahkan 614.660 batang rokok ilegal, 399 botol hasil Pengolahan Tembakau Lainnya (HPTL) dan 287 botol Minuman Mengandung Etil Alkohol (MMEA) dari 35 kali penindakan. Barang-barang tersebut telah ditetapkan menjadi Barang Milik Negara (BMN) dan telah mendapat persetujuan dari Menteri Keuangan melalui KPKNL Palu untuk dimusnahkan.

Kepala Kantor Pengawasan & Pelayanan Bea dan Cukai Tipe Madya Pabean C Pantoloan Alimuddin Lisaw barang tersebut ditegah hingga dimusnahkan karena pelekatan pita cukai yang tidak sebagaimana mestinya.

“Perkiraan Nilai Barang sejumlah Rp.703 juta lebih dan potensi kerugian negara sejumlah Rp 281 juta lebih. Barang Kena Cukai (BKC) yang dimusnahkan ini berasal dari hasil penindakan yang dilakukan KPPBC Pantoloan di wilayah Pantai Timur sampai Moutong, Pantai Barat sampai Buol, Donggala, Sigi Biromaru, Palolo, Kulawi, Wilayah Kota Palu, dan Pasangkayu,” kata Alimuddin Lisaw, Rabu, 7 Oktober 2020.

Menurut Alimuddin, melalui kegiatan pemusnahan ini KPPBC Pantoloan menunjukkan komitmen untuk membasmi peredaran BKC secara melawan hukum di seluruh wilayah kerja KPPBC Pantoloan dan dengan adanya penindakan yang terus menerus dilakukan diharapkan dapat memberikan efek jera kepada pelaku kegiatan illegal semacam ini.

“Kami dari KPPBC Pantoloan berkomitmen akan terus menerus menindak setiap pelaku yang melakukan pengedaran BKC secara illegal dan berupaya semaksimal mungkin agar tidak ada lagi peredaran BKC illegal di wilayah kerja KPPBC Pantoloan,” kata Alimuddin.

Sementara itu, Kepala Bidang Penindakan dan Penyidikan Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Bea & Cukai Sulawesi Bagian Utara (Sulbagtara) Setiawan

“Sepanjang tahun 2020 KPPBC Pantoloan juga berhasil melakukan penindakan atas BKC illegal dan melakukan penyidikan hingga berstatus P21 atas 3 kasus,” kata Setiawan.

Ketiga kasus tersebut adalah penegahan satu buah kontainer berisi 16 (enam belas) karton rokok ilegal dan satu buah mobil box berisi 29 karton rokok ilegal dengan jumlah barang 720 ribu batang; penegahan satu buah kapal yang mengangkut balepress impor (cakar) sebanyak 290 buah bale dari Tawau, Malaysia dan penegahan 1,244 juta batang rokok ilegal di Kota Palu. (Patar)

News Feed