TOLITOLI, Suluh Merdeka – Kekeringan yang melanda Desa Kapas, Kecamatan Dakopemean, Kabupaten Tolitoli, selama hampir satu bulan mulai mendapat penanganan serius dari Pemerintah Kabupaten Tolitoli melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD).
Merespons keluhan masyarakat yang kesulitan mendapatkan air bersih, BPBD Tolitoli bergerak cepat dengan mengerahkan tim dan armada tangki air untuk mendistribusikan air bersih langsung kepada warga terdampak.
Langkah tersebut dilakukan sebagai bentuk respons pemerintah dalam memenuhi kebutuhan dasar masyarakat sekaligus mengantisipasi dampak kekeringan yang berpotensi semakin meluas apabila kondisi cuaca kering terus berlangsung.
Kepala Pelaksana BPBD Tolitoli, Ir.Abdullah Haruna,S.Pt mengatakan pihaknya langsung mengerahkan armada mobil tangki untuk membantu memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat Desa Kapas.
Selain armada tangki, BPBD juga melibatkan kendaraan motor trail guna mendukung mobilitas personel di lapangan, terutama untuk menjangkau wilayah dan medan yang sulit dilalui kendaraan roda empat.
Menurut Abdullah, penanganan kekeringan tidak hanya dilakukan dengan mendistribusikan air bersih, tetapi juga dengan memastikan tim BPBD dapat bergerak cepat ketika masyarakat membutuhkan bantuan.
“Personel kami di lapangan terus berupaya memastikan distribusi air bersih dapat diterima langsung oleh masyarakat yang membutuhkan,” ujar Abdullah.
Ia menegaskan, BPBD akan terus memantau perkembangan kondisi di wilayah yang terdampak kekeringan. Jika situasi masih berlanjut, pendistribusian air bersih akan menjadi salah satu langkah penanganan untuk membantu masyarakat memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Langkah tersebut sekaligus menjadi bagian dari upaya BPBD mengantisipasi kemungkinan bertambahnya wilayah yang mengalami krisis air bersih akibat musim kemarau.
BPBD juga mendorong adanya koordinasi antara pemerintah desa, kecamatan dan masyarakat dalam menyampaikan informasi apabila terjadi kekurangan air bersih. Dengan laporan yang cepat, penanganan di lapangan diharapkan dapat dilakukan lebih cepat dan tepat sasaran.
Di sisi lain, kondisi kekeringan di Desa Kapas menunjukkan bahwa persoalan ketersediaan air bersih tidak hanya membutuhkan penanganan darurat. Pemerintah juga perlu memikirkan langkah jangka panjang, terutama penyediaan sumber air alternatif dan penguatan infrastruktur air bersih untuk mengurangi ketergantungan masyarakat terhadap sumber air yang rentan mengering saat musim kemarau.
Kepala Desa Kapas, Ashari Salim menyampaikan apresiasi kepada BPBD Tolitoli dan seluruh personel yang telah turun langsung membantu masyarakat.
“Terima kasih kepada seluruh tim yang bertugas di lapangan atas dedikasi dan kerja kerasnya melayani masyarakat Desa Kapas. Semoga bantuan ini dapat meringankan beban warga dan bermanfaat bagi sesama,” ujar Ashari.
Sementara itu, salah seorang warga Desa Kapas, Anisa, mengungkapkan bahwa masyarakat sudah hampir satu bulan menghadapi kesulitan air bersih. Kondisi semakin parah setelah sumber air sungai yang selama ini dimanfaatkan warga ikut mengering.
“Sudah hampir satu bulan kita mengalami kekeringan, bahkan air sungai pun kering. Kita tidak bisa berbuat apa-apa. Untung ada bantuan air dari pemerintah kabupaten melalui BPBD dan kami sangat bersyukur dengan adanya bantuan tersebut,” ungkap Anisa.
Bagi warga, distribusi air bersih tersebut menjadi solusi penting di tengah kondisi kekeringan yang belum menunjukkan tanda-tanda berakhir. Namun, masyarakat berharap bantuan tidak berhenti pada distribusi air secara berkala.
Warga juga meminta pemerintah menyiapkan solusi yang lebih permanen agar persoalan krisis air bersih tidak terus berulang setiap kali musim kemarau tiba.
Dengan gerak cepat BPBD Tolitoli, kebutuhan air bersih masyarakat Desa Kapas untuk sementara dapat terbantu. Namun, keberlanjutan pasokan air dan pembangunan sumber air alternatif menjadi pekerjaan lanjutan yang dinilai penting untuk memastikan masyarakat tetap memiliki akses air bersih ketika musim kemarau kembali melanda.











