BeritaDaerah

BPBD Tolitoli Respon Cepat Tangani Kebakaran Lahan di Silondou

61
×

BPBD Tolitoli Respon Cepat Tangani Kebakaran Lahan di Silondou

Sebarkan artikel ini

TOLITOLI, Suluh Merdeka – Merespons cepat laporan masyarakat terkait terjadinya kebakaran lahan di Desa Silondou, Kecamatan Basidondo, Kabupaten Tolitoli, Kamis (10/9), Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Tolitoli langsung mengerahkan Tim Reaksi Cepat (TRC) ke lokasi kejadian.

Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD Tolitoli, Ir. Abdullah Haruna, S.Pt, segera memerintahkan personel TRC untuk bergerak dengan membawa berbagai perlengkapan penanganan kebakaran, termasuk satu unit mobil pemadam.

Langkah cepat tersebut dilakukan sebagai upaya mencegah api semakin meluas dan menjalar ke areal lainnya, mengingat kebakaran lahan berpotensi berkembang dengan cepat, terutama apabila kondisi di sekitar lokasi cukup kering dan terdapat hembusan angin.

Sebelum personel diberangkatkan ke lokasi, Abdullah Haruna memberikan arahan kepada seluruh anggota TRC agar mengutamakan kecepatan, keselamatan, ketelitian serta koordinasi selama melakukan penanganan di lapangan.

Menurutnya, penanganan bencana, termasuk kebakaran lahan, membutuhkan kerja sama dan koordinasi seluruh unsur yang terlibat. Dalam penanganan kebakaran di Desa Silondou tersebut, TRC BPBD Tolitoli juga berkoordinasi dan bersinergi dengan Tim BPBD Provinsi Sulawesi Tengah, unsur TNI, Kepolisian, Basarnas serta masyarakat setempat.

“Yang paling penting adalah bagaimana seluruh personel di lapangan dapat bekerja secara cepat, terkoordinasi dan tetap mengutamakan keselamatan. Penanganan kebakaran tidak bisa dilakukan sendiri, sehingga sinergi antara pemerintah, aparat dan masyarakat sangat diperlukan,” ujar Abdullah Haruna.

Setibanya di lokasi sekitar pukul 20.00 Wita, personel TRC BPBD Tolitoli langsung berjibaku melakukan upaya pemadaman. Selain mengoperasikan mobil pemadam untuk menjinakkan kobaran api, petugas juga melakukan langkah antisipasi dengan memutus jalur api.

Pemutusan jalur api dilakukan untuk menghambat pergerakan kobaran sehingga tidak menjalar lebih luas ke areal lain yang berada di sekitar lokasi kebakaran. Upaya tersebut dilakukan secara bertahap dengan mempertimbangkan kondisi medan dan arah penyebaran api.

Hingga akhirnya TRC BPBD Tolitoli dan seluruh komponen yang terlibat,  meninggalkan lokasi kebakaran setelah memastikan, area tersebut benar-benar aman dan steril dari sumber-sumber yang menjadi penyebab kebakaran.

Abdullah Haruna mengatakan, kecepatan laporan masyarakat menjadi salah satu faktor penting dalam upaya penanganan kebakaran. Semakin cepat informasi diterima oleh petugas, semakin cepat pula langkah penanganan dapat dilakukan sebelum api berkembang menjadi lebih besar.

BRIEFING – Tampak kepala BPBD Tolitoli Ir. Abdullah Haruna, memberikan arahan sesaat sebelum TRC berangkat menuju lokasi kebakaran

Untuk itu Abdullah mengimbau masyarakat agar tidak melakukan aktivitas yang dapat memicu terjadinya kebakaran lahan, khususnya pada kondisi cuaca panas dan kering. Masyarakat juga diminta tidak melakukan pembakaran secara sembarangan dan memastikan api benar-benar padam setelah melakukan aktivitas yang menggunakan api.

“Kami mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan. Jangan melakukan pembakaran lahan secara sembarangan karena api dapat dengan cepat menjalar dan sulit dikendalikan apabila kondisi lingkungan kering serta disertai angin,” tegasnya.

Ia juga meminta masyarakat yang melihat adanya titik api atau mengetahui kejadian kebakaran agar segera melaporkannya kepada pemerintah desa, aparat keamanan maupun BPBD, sehingga petugas dapat segera melakukan tindakan di lapangan.

“Kami berharap masyarakat menjadi bagian penting dalam upaya pencegahan bencana. Jangan menunggu api membesar baru melapor. Informasi sekecil apa pun mengenai adanya titik api sangat membantu petugas untuk melakukan penanganan lebih awal,” tambah Abdullah.

Menurutnya, upaya penanggulangan bencana bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah dan petugas di lapangan, tetapi membutuhkan kepedulian seluruh masyarakat. Kesadaran untuk menjaga lingkungan dan mencegah munculnya sumber api dinilai jauh lebih efektif dibandingkan melakukan penanganan setelah kebakaran terjadi.

BPBD Tolitoli, lanjut Abdullah, akan terus meningkatkan kesiapsiagaan personel serta memperkuat koordinasi dengan berbagai pihak dalam menghadapi potensi bencana, termasuk kebakaran lahan dan hutan.

“Harapan kami, masyarakat bersama pemerintah dan seluruh unsur terkait dapat terus membangun kepedulian terhadap lingkungan. Dengan kewaspadaan dan kerja sama yang baik, kita bisa mencegah kebakaran meluas dan meminimalkan dampaknya terhadap masyarakat maupun lingkungan,” pungkasnya. (*)

Penulis: RendraEditor: Yuslih Anwar