TOLITOLI, Suluh Merdeka — Komitmen meningkatkan kualitas hidup kelompok lanjut usia (lansia) terus diperkuat melalui program pembinaan keluarga. Salah satunya diwujudkan dengan peresmian Sekolah Lansia Tangguh (SLT) “Mutiara Senja” di Desa Sandana, Kecamatan Galang, Kabupaten Tolitoli.
Sekolah Lansia Tangguh tersebut diresmikan langsung oleh Kepala Perwakilan Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Kemendukbangga)/BKKBN Provinsi Sulawesi Tengah, Nuryamin, S.STP., didampingi Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP2KB) Kabupaten Tolitoli, Yustiyanto Bantilan, S.Kom., M.Si., bersama tim kerja dan jajaran pejabat DP2KB Tolitoli.
Kegiatan ini turut dihadiri mitra kerja, unsur organisasi perangkat daerah (OPD), instansi lintas sektor, pemerintah kecamatan dan desa, serta para peserta Sekolah Lansia Tangguh Mutiara Senja yang mengikuti kegiatan dengan penuh antusias.
Dalam arahannya, Nuryamin menyampaikan bahwa pembentukan Sekolah Lansia Tangguh merupakan langkah strategis untuk mewujudkan lansia yang SMART, yakni Sehat, Mandiri, Aktif, Produktif, dan Bermanfaat.
Menurutnya, kelompok lanjut usia tidak seharusnya dipandang sebagai beban keluarga maupun masyarakat. Sebaliknya, lansia merupakan bagian penting dari kehidupan sosial yang memiliki pengalaman, pengetahuan, serta kearifan yang dapat terus memberikan manfaat bagi lingkungan sekitarnya.
“Melalui Sekolah Lansia Tangguh Mutiara Senja ini, para orang tua kita di Desa Sandana akan mendapatkan pembinaan secara komprehensif, mulai dari kesehatan fisik, mental, spiritual, hingga kegiatan sosial dan ekonomi produktif. Kami sangat mengapresiasi semangat para peserta lansia serta kolaborasi seluruh pihak yang telah merealisasikan sekolah ini,” ujar Nuryamin.
Sementara itu, Kepala DP2KB Kabupaten Tolitoli, Yustiyanto Bantilan, menyampaikan komitmennya untuk terus mendukung dan mendampingi keberlanjutan program Sekolah Lansia Tangguh di wilayah Kabupaten Tolitoli.
Ia menegaskan, meningkatnya angka harapan hidup merupakan salah satu keberhasilan pembangunan. Namun, capaian tersebut juga harus diiringi dengan tanggung jawab bersama untuk memastikan para lansia tetap memperoleh kehidupan yang sehat, mandiri, aktif, produktif, dan bermartabat.
Menurut Yustiyanto, Sekolah Lansia Tangguh menjadi salah satu upaya strategis dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat lanjut usia. Program ini tidak hanya memberikan edukasi mengenai kesehatan, gizi, dan kebugaran, tetapi juga menjadi ruang interaksi sosial bagi para lansia untuk saling berbagi pengalaman, mempererat silaturahmi, serta tetap berperan aktif dalam keluarga dan lingkungan masyarakat.
Ia juga mengingatkan agar para peserta tidak merasa khawatir mengikuti kegiatan pembelajaran di sekolah lansia tersebut.
“Di sekolah ini, bapak dan ibu tidak perlu merasa cemas atau takut. Sekolah lansia bukan sekolah yang mengharuskan adanya ujian atau hafalan rumit. Ini merupakan tempat untuk bersilaturahmi, belajar bersama dengan gembira, mengikuti senam sehat, berdiskusi, serta mendapatkan pemeriksaan kesehatan secara rutin,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Yustiyanto menjelaskan bahwa keberadaan sekolah lansia juga berperan dalam mencegah keterasingan sosial, meningkatkan pengetahuan, mengembangkan keterampilan, serta menciptakan kebahagiaan dan rasa percaya diri bagi para lansia di usia senja.
“Kehadiran Sekolah Lansia Mutiara Senja di Kecamatan Galang ini menjadi bukti nyata komitmen kita bersama dalam memperhatikan kesejahteraan lansia secara menyeluruh. Kami di DP2KB Tolitoli bersama mitra kerja dan lintas sektor siap mengawal program ini agar memberikan dampak nyata bagi peningkatan kualitas hidup para lansia,” tegas Yustiyanto.
Ia berharap, melalui program tersebut, para lansia tidak hanya mendapatkan manfaat dari sisi kesehatan, tetapi juga tetap memiliki kesempatan untuk beraktivitas, berkarya, bersosialisasi, dan berkontribusi dalam kehidupan keluarga maupun masyarakat.
Peresmian Sekolah Lansia Tangguh Mutiara Senja ditutup dengan penyerahan sarana pendukung pembelajaran secara simbolis, dilanjutkan dengan sesi foto bersama dan peninjauan ruang kegiatan belajar.
Dengan hadirnya sekolah lansia ini, diharapkan para lanjut usia di Desa Sandana dan sekitarnya dapat menjalani masa tua dengan lebih sehat, bahagia, mandiri, serta tetap produktif dan bermartabat.(*)













