DaerahUncategorized

Cegah Dampak Kabut Asap, SMA Negeri 1 Tolitoli Wajibkan Siswa Pakai Masker

10
×

Cegah Dampak Kabut Asap, SMA Negeri 1 Tolitoli Wajibkan Siswa Pakai Masker

Sebarkan artikel ini

TOLITOLI, Suluh Merdeka — Mengantisipasi dampak kabut asap yang mulai mengkhawatirkan terhadap kesehatan peserta didik, SMA Negeri 1 Tolitoli mewajibkan seluruh siswa dan siswi menggunakan masker, baik selama perjalanan menuju sekolah maupun saat berada di lingkungan sekolah.

Imbauan tersebut disampaikan secara resmi oleh pihak sekolah melalui pengumuman yang turut dibagikan ke grup WhatsApp orang tua siswa. Kebijakan ini menjadi langkah antisipatif untuk melindungi peserta didik dari paparan asap yang berpotensi mengganggu kesehatan, khususnya sistem pernapasan.

Kepala SMA Negeri 1 Tolitoli, Drs. Moh Ridwan M. Ahmad, mengatakan, kebijakan penggunaan masker merupakan bentuk kepedulian sekolah terhadap kondisi kesehatan siswa di tengah kualitas udara yang dinilai kurang baik akibat kabut asap.

“Melihat kondisi udara saat ini yang kurang baik akibat kabut asap, kami mengimbau sekaligus mewajibkan seluruh peserta didik untuk menggunakan masker selama perjalanan ke sekolah dan selama berada di lingkungan sekolah, khususnya saat melaksanakan kegiatan di luar ruangan,” demikian imbauan yang disampaikan pihak sekolah.

Ridwan menjelaskan, perlindungan terhadap kesehatan siswa membutuhkan perhatian dan kerja sama semua pihak, terutama sekolah dan orang tua. Karena itu, orang tua diminta memastikan anak-anak mereka membawa dan menggunakan masker dengan benar sebelum berangkat ke sekolah.

“Kami memohon dukungan dan kerja sama Bapak Ibu untuk memastikan putra-putrinya membawa serta menggunakan masker dengan baik. Semoga dengan perhatian dan kepedulian kita bersama, kesehatan dan keselamatan anak-anak tetap terjaga selama mengikuti kegiatan pembelajaran,” lanjutnya.

Pihak sekolah juga menyampaikan apresiasi kepada para orang tua atas perhatian, pengertian, dan kerja sama dalam mendukung penerapan kebijakan tersebut.

Menurutnya penggunaan masker menjadi salah satu langkah mitigasi awal yang dapat dilakukan untuk mengurangi paparan partikel polutan di udara. Namun, perlindungan terhadap peserta didik di tengah kondisi kabut asap perlu dilakukan secara menyeluruh, tidak hanya dengan mengandalkan penggunaan masker.

Sekolah dapat mengantisipasi risiko paparan asap dengan membatasi kegiatan belajar mengajar di luar ruangan, terutama ketika kondisi udara memburuk. Kegiatan olahraga, upacara, dan aktivitas lain yang mengharuskan siswa berada di lapangan terbuka dapat disesuaikan dengan kondisi lingkungan.

Selain itu, sekolah perlu memastikan ruang kelas memiliki sirkulasi udara yang dikelola dengan baik agar paparan asap dari luar dapat diminimalkan. Pihak sekolah juga akan meningkatkan pemantauan terhadap kondisi kesehatan siswa, terutama mereka yang mengalami batuk, sesak napas, iritasi mata, atau keluhan lain yang diduga berkaitan dengan paparan asap.

Apabila ditemukan siswa yang mengalami gangguan pernapasan, pihak sekolah perlu segera memberikan pertolongan awal dan berkoordinasi dengan orang tua untuk mendapatkan pemeriksaan medis sesuai kebutuhan.

Masker yang digunakan juga sebaiknya memiliki kemampuan menyaring partikel halus dan dipakai dengan rapat menutupi hidung serta mulut. Masker kain tipis atau masker yang longgar tidak memberikan perlindungan optimal terhadap partikel halus yang terkandung dalam asap.

Di sisi lain, orang tua diharapkan ikut memantau kondisi kesehatan anak sebelum berangkat sekolah. Jika anak mengalami sesak napas atau keluhan kesehatan yang cukup berat, orang tua sebaiknya segera mencari pertolongan medis dan tidak memaksakan anak mengikuti kegiatan belajar seperti biasa.

Langkah yang dilakukan SMA Negeri 1 Tolitoli ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran bersama mengenai pentingnya menjaga kesehatan di tengah kondisi udara yang kurang baik.

Perlindungan terhadap peserta didik menjadi perhatian utama agar kegiatan belajar mengajar tetap berlangsung dengan mempertimbangkan keselamatan dan kesehatan seluruh warga sekolah.(*)

 

Penulis: FajriEditor: Yuslih Anwar