Uncategorized

Ketua KTNA Tolitoli Tegaskan Jangan Tuntut Panen Melimpah Jika Kebutuhan Petani Belum Terpenuhi

3
×

Ketua KTNA Tolitoli Tegaskan Jangan Tuntut Panen Melimpah Jika Kebutuhan Petani Belum Terpenuhi

Sebarkan artikel ini

TOLITOLI, Suluh Merdeka – Ketua Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Kabupaten Tolitoli, Taufik, S.E., menegaskan bahwa peningkatan produksi pangan harus dimulai dengan pemenuhan kebutuhan dasar petani. Pemerintah tidak boleh hanya menuntut petani meningkatkan hasil panen, sementara dukungan sarana dan prasarana pertanian yang dibutuhkan belum terpenuhi secara maksimal.

Menurut Taufik, keberhasilan mewujudkan swasembada pangan tidak cukup hanya dengan mengandalkan kerja keras petani. Diperlukan komitmen nyata pemerintah melalui penyediaan infrastruktur pertanian yang memadai, ketersediaan pupuk tepat waktu, serta dukungan sarana produksi yang sesuai dengan kebutuhan di lapangan.

“Kalau pemerintah ingin produksi pangan meningkat, maka kebutuhan petani harus menjadi prioritas. Jangan hanya menuntut petani menghasilkan panen melimpah, sementara kebutuhan dasar mereka belum terpenuhi. Petani membutuhkan dukungan nyata, bukan sekadar harapan dan janji,” tegas Taufik.

Ia menekankan, pembangunan dan perbaikan infrastruktur pertanian, khususnya jaringan irigasi, harus menjadi perhatian serius. Begitu pula dengan ketersediaan pupuk yang harus terjamin agar petani dapat menjalankan kegiatan tanam sesuai jadwal tanpa dihantui kesulitan memperoleh sarana produksi.

Menurutnya, keterlambatan pemenuhan kebutuhan petani dapat berdampak langsung terhadap proses tanam, pemeliharaan tanaman, hingga hasil panen. Karena itu, pemerintah melalui instansi terkait harus lebih peka terhadap persoalan yang dihadapi petani dan tidak menunda pemenuhan kebutuhan yang mendesak.

“Kebutuhan petani wajib menjadi prioritas dan tidak boleh terus-menerus ditunda. Infrastruktur pertanian harus dibenahi, pupuk harus tersedia, dan bantuan sarana produksi harus tepat sasaran. Jika semua itu terpenuhi, petani akan lebih siap meningkatkan produktivitas dan mendukung ketahanan pangan daerah,” ujarnya.

Taufik juga menegaskan bahwa petani merupakan ujung tombak ketahanan pangan. Oleh sebab itu, kebijakan pertanian harus benar-benar berpihak kepada mereka, bukan hanya berorientasi pada target produksi.

Ia berharap pemerintah daerah dan dinas terkait dapat memperkuat koordinasi serta turun langsung ke lapangan untuk memastikan kebutuhan petani terpenuhi. Langkah tersebut dinilai penting agar berbagai program peningkatan produksi pangan tidak berhenti sebatas perencanaan, tetapi benar-benar dirasakan manfaatnya oleh petani.

“Jangan sampai target swasembada pangan begitu tinggi, tetapi persoalan mendasar petani justru terabaikan. Kalau ingin hasil pertanian meningkat, penuhi dulu kebutuhan petani. Jangan ditunda, karena setiap musim tanam memiliki waktu dan kebutuhan yang harus dipenuhi,” pungkasnya.

Bagi KTNA Kabupaten Tolitoli, keberpihakan terhadap petani harus dibuktikan melalui kebijakan konkret, ketersediaan sarana produksi, dan pembangunan infrastruktur pertanian yang berkelanjutan. Sebab, ketahanan pangan yang kuat tidak dibangun dengan tuntutan semata, melainkan melalui dukungan nyata kepada para petani. (*)

Penulis: Rustam