TOLITOLI, Suluh Merdeka — Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tolitoli resmi meluncurkan aplikasi e-SIKAP Pasca Bencana, Jumat (4/9/2026). Aplikasi tersebut dihadirkan sebagai inovasi untuk mempercepat layanan kepada masyarakat sekaligus memperkuat koordinasi penanganan pascabencana.
Peluncuran aplikasi berlangsung sekitar pukul 09.00 WITA di Ruang Suwot Molripakatan, Kantor Bappeda Tolitoli, dan turut dihadiri Bupati Tolitoli, Hi Amran Hi Yahya, serta sejumlah pihak terkait.
e-SIKAP Pasca Bencana dirancang untuk mempermudah akses masyarakat terhadap layanan administrasi pascabencana. Sistem ini juga difokuskan untuk mempercepat proses koordinasi, pemantauan, pendataan, hingga penanganan dampak bencana secara lebih terintegrasi.
Dengan sistem berbasis digital tersebut, pemerintah diharapkan dapat memperoleh data dan informasi pascabencana secara lebih cepat dan akurat, sehingga langkah penanganan maupun pelayanan kepada masyarakat dapat segera dilakukan.
Kepala BPBD Kabupaten Tolitoli, Ir. Abdullah Haruna.S.Pt
mengatakan peluncuran e-SIKAP Pasca Bencana merupakan bagian dari upaya pemerintah meningkatkan kualitas pelayanan publik, khususnya bagi masyarakat yang terdampak bencana.
“Peluncuran e-SIKAP Pasca Bencana ini merupakan langkah penting dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang modern, efektif, transparan, dan berbasis data. Kita ingin pelayanan kepada masyarakat pascabencana menjadi lebih cepat, mudah, dan tepat sasaran,” ujar Abdullah Haruna.
Menurutnya, pemanfaatan teknologi tidak hanya bertujuan mempermudah pekerjaan aparatur, tetapi juga memastikan setiap persoalan yang muncul setelah bencana dapat segera diidentifikasi dan ditindaklanjuti.
“Dengan sistem ini, pekerjaan kita di lapangan dapat lebih mudah karena data dan informasi bisa terintegrasi. Ketika ada persoalan masyarakat pascabencana, kita berharap penyelesaiannya dapat dipercepat dan tidak berbelit-belit,” tegasnya.
Abdullah menambahkan, keberadaan aplikasi tersebut diharapkan mampu memperkuat sinergi antara BPBD, pemerintah daerah, perangkat daerah, hingga pihak terkait lainnya dalam menghadapi berbagai dampak bencana.
“Yang paling utama adalah masyarakat. Jangan sampai setelah bencana terjadi, masyarakat kembali mengalami kesulitan dalam mendapatkan pelayanan. Karena itu, e-SIKAP ini kita dorong agar menjadi instrumen untuk mempercepat pelayanan dan memastikan kebutuhan masyarakat dapat segera ditangani,” pungkasnya.
Peluncuran e-SIKAP Pasca Bencana menjadi salah satu langkah BPBD Tolitoli dalam mendorong transformasi pelayanan kebencanaan berbasis digital, dengan harapan penanganan pascabencana di daerah dapat berlangsung lebih cepat, terukur, transparan, dan terintegrasi.(*)













