JAKARTA, Suluh Merdeka – Pemerintah Kabupaten Tolitoli melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) meluncurkan proyek perubahan bertajuk SIKAP PASCA BENCANA atau Sistem Koordinasi Terpadu Pemulihan Pasca Bencana. Program ini menjadi langkah strategis daerah dalam menghadapi meningkatnya risiko bencana hidrometeorologi, kekeringan, cuaca ekstrem, hingga kebakaran hutan dan lahan yang mulai dirasakan di sejumlah wilayah Kabupaten Tolitoli.
Kepala BPBD Kabupaten Tolitoli, Ir. Abdullah Haruna, S.Pt, selaku peserta reformer dalam Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) II Angkatan XVII Tahun 2026, menjelaskan bahwa proyek ini dirancang untuk mewujudkan pemulihan pascabencana yang terencana, terintegrasi, kolaboratif, responsif, dan berbasis lingkungan.
Program tersebut dikembangkan bersama Coach Ir. Brisma Renaldi, MM dan Mentor M. Asrul Bantilan, S.Sos sebagai bagian dari inovasi tata kelola kebencanaan daerah.
BPBD Tolitoli menilai terdapat lima persoalan mendasar yang selama ini menghambat penanganan dan pemulihan bencana, menjawab lima tantangan persoalan tersebut, yang diataranya :
Pertama, wilayah rentan bencana hidrometeorologi yang terjadi berulang, kedua, data kebencanaan yang masih tersebar sehingga pengambilan keputusan berjalan lambat, ketiga, koordinasi lintas sektor dan antarorganisasi perangkat daerah (OPD) yang belum efektif, ke empat, belum tersedianya regulasi terpadu, serta pemulihan pascabencana yang belum menyentuh akar persoalan lingkungan.
Berangkat dari kondisi tersebut, SIKAP PASCA BENCANA dibangun dengan nilai utama Digital, Terintegrasi, Kolaboratif, dan Responsif, serta berorientasi pada kelestarian lingkungan hidup di Kabupaten Tolitoli.
Sebagai solusi inovatif, BPBD menghadirkan Dashboard Digital Terpadu yang menyediakan informasi kebencanaan secara real-time. Sistem ini mengintegrasikan data kebencanaan, lingkungan, dan spasial dalam satu platform digital sehingga memudahkan koordinasi dan mempercepat pengambilan keputusan.
Selain itu, proyek ini juga mencakup penyusunan Peraturan Bupati sebagai dasar hukum koordinasi terpadu, penyusunan SOP koordinasi lintas OPD, penguatan kolaborasi multipihak yang melibatkan pemerintah, masyarakat, dunia usaha, akademisi, dan media, serta pendekatan pemulihan berbasis lingkungan melalui rehabilitasi dan rekonstruksi yang memperhatikan kelestarian alam.
BPBD menargetkan program ini memberi manfaat langsung bagi masyarakat berupa pemulihan yang lebih cepat, bantuan yang lebih tepat sasaran, dan wilayah yang lebih aman. Bagi pemerintah daerah, sistem ini diharapkan mampu meningkatkan efektivitas koordinasi, menghasilkan kebijakan yang lebih responsif, serta mendorong efisiensi penggunaan anggaran.
Sementara bagi daerah secara keseluruhan, SIKAP PASCA BENCANA ditargetkan menurunkan risiko bencana, meningkatkan ketahanan wilayah, dan mendukung pembangunan berkelanjutan.

Program ini dilaksanakan secara bertahap hingga sistem permanen, dengan Implementasi, program dilakukan secara bertahap dalam tiga fase, yakni fase pertama 0 sampai 2 bulan meliputi penyusunan regulasi, pengembangan dashboard prototipe, penyusunan SOP, serta uji coba dan sosialisasi.
Fase kedua 3 sampai 12 bulan, mencakup implementasi sistem, integrasi data lintas sektor, penguatan kapasitas sumber daya manusia, serta monitoring dan evaluasi berkala serta fase terakhir 1 sampai 2 tahun, diarahkan pada pembentukan sistem permanen yang terintegrasi dalam perencanaan pembangunan daerah dan mampu meningkatkan ketahanan wilayah secara signifikan.
Melalui proyek perubahan ini, BPBD menargetkan terbitnya Peraturan Bupati tentang Sistem Koordinasi Terpadu Pemulihan Pasca Bencana, tersedianya dashboard digital terpadu, SOP lintas OPD, dataset terintegrasi, model kolaborasi multipihak, serta laporan monitoring dan evaluasi berkala.
Dampak akhir yang ingin dicapai adalah tata kelola pemulihan pascabencana yang lebih adaptif dan akuntabel, kolaborasi lintas sektor yang semakin kuat, penurunan Indeks Risiko Bencana Indonesia (IRBI), peningkatan ketahanan daerah, dan terwujudnya pembangunan Kabupaten Tolitoli yang tangguh terhadap bencana.
Kepala Pelaksana BPBD Tolitoli Abdullah Haruna menegaskan bahwa proyek ini sejalan dengan Asta Cita Presiden, tema PKN II Tahun 2026, Sustainable Development Goals (SDGs), serta Visi dan Tujuan Strategis Kabupaten Tolitoli 2025–2029.
Dengan mengusung tagline “Bersama Mewujudkan Tolitoli Tangguh, Pulih Lebih Cepat, Bangkit Lebih Kuat,” BPBD Kabupaten Tolitoli menyatakan SIKAP PASCA BENCANA merupakan wujud komitmen daerah dalam memperkuat transformasi digital, kolaborasi lintas sektor, dan pemulihan pascabencana yang terintegrasi, adaptif, dan berkelanjutan. (*)











