Daerah

BKKBN Sulteng dan DP2KB Tolitoli Pantau Pelayanan KB, Implan dan IUD Jadi Fokus

20
×

BKKBN Sulteng dan DP2KB Tolitoli Pantau Pelayanan KB, Implan dan IUD Jadi Fokus

Sebarkan artikel ini
USAI MENINJAU - tampak Kepala Perwakilan BKKBN Sulawesi Tengah didampingi tim kerja, Kepala Dinas P2KB Tolitoli, Kepala Puskesmas Kota Managaisaki dalam rangka membangun sinergitas DP2KB Tolitoli dengan Puskesmas soal pelayanan KB

TOLITOLI, Suluh Merdeka — Kepala Perwakilan Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (Kemendukbangga BKKBN) Sulawesi Tengah, Nuryamin, S.STP., bersama Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP2KB)  Tolitoli, Yustiyanto Bantilan, S.Kom. M.Si. melakukan kunjungan kerja ke Puskesmas Kota Managaisaki, Kecamatan Baolan.

Kunjungan tersebut dilakukan untuk meninjau secara langsung pelaksanaan pelayanan Keluarga Berencana (KB), khususnya penggunaan Metode Kontrasepsi Jangka Panjang (MKJP) melalui pemasangan alat kontrasepsi implan dan Intrauterine Device (IUD) bagi pasangan usia subur di wilayah tersebut.

Dalam peninjauan itu, Kepala Perwakilan BKKBN Sulawesi Tengah didampingi tim kerja, Kepala Dinas P2KB Tolitoli, Kepala Puskesmas Kota, serta jajaran tenaga medis dan penyuluh keluarga berencana di Kecamatan Baolan.

Selain melihat langsung proses pelayanan pemasangan alat kontrasepsi, kunjungan tersebut juga menjadi momentum koordinasi lintas sektor guna memastikan penyelenggaraan program KB berjalan optimal, mulai dari sosialisasi, penggerakan calon akseptor, kesiapan tenaga medis, ketersediaan alat kontrasepsi hingga pendataan peserta KB.

Koordinasi tersebut dinilai penting untuk membangun sistem pelayanan yang terintegrasi, efektif, dan berkelanjutan. Dengan demikian, masyarakat dapat memperoleh akses pelayanan kontrasepsi yang aman, berkualitas, dan sesuai standar medis.

Dalam kesempatan itu, Nuryamin menyampaikan bahwa penggunaan Metode Kontrasepsi Jangka Panjang, seperti implan dan IUD, merupakan salah satu upaya strategis pemerintah dalam membantu pasangan usia subur merencanakan kehamilan dan mengatur jarak kelahiran.

Menurutnya, pemanfaatan kontrasepsi yang tepat tidak hanya berkaitan dengan pengendalian kelahiran, tetapi juga memiliki peran penting dalam menjaga kesehatan ibu dan anak serta mendukung percepatan penurunan angka stunting sejak dari lingkungan keluarga.

“Pelayanan MKJP, khususnya implan dan IUD, menjadi salah satu fokus kami untuk memastikan pasangan usia subur mendapatkan akses terhadap metode kontrasepsi yang aman, efektif, dan sesuai dengan kebutuhan. Karena itu, sinergi antara BKKBN, Dinas P2KB Tolitoli, dan fasilitas pelayanan kesehatan sangat penting agar cakupan pelayanan KB terus meningkat,” ujarnya.

Ia juga menekankan bahwa keberhasilan program MKJP tidak dapat hanya mengandalkan sektor kesehatan. Diperlukan keterlibatan berbagai unsur pemerintahan, tenaga penggerak KB, penyuluh, pemerintah desa dan kelurahan, hingga tokoh masyarakat untuk meningkatkan pemahaman serta partisipasi masyarakat.

Melalui koordinasi lintas sektor, sejumlah aspek penting diharapkan dapat diperkuat, di antaranya kesinambungan pelayanan dan ketersediaan alat kontrasepsi, peningkatan akses masyarakat terhadap layanan KB, efisiensi pemanfaatan anggaran dan sumber daya, standardisasi kualitas pelayanan medis, serta perluasan Komunikasi, Informasi, dan Edukasi (KIE) kepada masyarakat.

Langkah tersebut juga menjadi bagian dari strategi memperkuat pembangunan keluarga berkualitas sekaligus mendukung percepatan penurunan stunting melalui perencanaan keluarga yang lebih baik.

Sementara itu, Kepala Dinas P2KB Tolitoli, Yustiyanto Bantilan, S.Kom., M.Si. menyampaikan apresiasi atas perhatian dan pendampingan langsung dari Perwakilan BKKBN Sulawesi Tengah terhadap pelaksanaan program KB di Kabupaten Tolitoli.

Ia menegaskan, pihaknya akan terus memperkuat koordinasi dan meningkatkan sosialisasi kepada masyarakat, termasuk mengoptimalkan peran penyuluh KB serta tenaga penggerak di tingkat kecamatan, desa, dan kelurahan.

Menurut Yustiyanto, peningkatan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya perencanaan keluarga harus terus dilakukan agar semakin banyak pasangan usia subur yang memahami manfaat penggunaan alat kontrasepsi, khususnya metode kontrasepsi jangka panjang.

Pihaknya juga mendorong masyarakat untuk memanfaatkan fasilitas pelayanan KB yang tersedia di Puskesmas, termasuk pelayanan yang diberikan secara gratis sesuai program dan ketentuan yang berlaku.

Pelaksanaan pelayanan pemasangan implan dan IUD di Puskesmas berlangsung dengan memperhatikan prosedur serta standar pelayanan medis. Selain mendapatkan pelayanan kontrasepsi, masyarakat juga memperoleh konseling dan edukasi mengenai kesehatan reproduksi, perencanaan kehamilan, serta pola pengasuhan anak yang berkualitas.

Melalui kegiatan tersebut, diharapkan koordinasi antara BKKBN Sulawesi Tengah, DP2KB Tolitoli, dan fasilitas pelayanan kesehatan semakin kuat sehingga mampu meningkatkan cakupan peserta KB aktif serta memperluas akses pelayanan kontrasepsi bagi masyarakat.

Sinergi lintas sektor menjadi faktor penting dalam memastikan seluruh tahapan program berjalan berkesinambungan. Sebab, keberhasilan pelayanan KB tidak hanya diukur dari jumlah pemasangan alat kontrasepsi, tetapi juga dari efektivitas edukasi, kesiapan fasilitas kesehatan, ketersediaan tenaga medis, serta keberlanjutan pendampingan kepada peserta KB.

Dengan pelayanan yang semakin optimal dan dukungan seluruh pemangku kepentingan, program keluarga berencana diharapkan mampu melahirkan keluarga yang sehat, terencana, mandiri, dan berkualitas di Kabupaten Tolitoli.(*)