TOLITOLI, SuluhMerdeka – DPRD Kabupaten Tolitoli menjadwalkan rapat kerja bersama Perum BULOG Cabang Tolitoli untuk membahas mekanisme penyerapan dan pemasokan beras petani, Senin (20/4) di Ruang Sidang Suwot Lipakat.
Rapat ini menjadi sangat penting karena menyangkut nasib petani lokal yang mengeluhkan minimnya penyerapan hasil panen oleh BULOG. Sejumlah instansi strategis turut diundang, mulai dari jajaran pemerintah daerah hingga organisasi petani.
Ketua DPRD Tolitoli, Hj. Sriyanti Dg. Parebba, menegaskan pentingnya rapat tersebut guna mencari solusi konkret atas persoalan yang terus berulang setiap musim panen.
Sorotan tajam juga datang dari Ketua KTNA Tolitoli, Taufik, SE, yang juga merupakan anggota DPRD Tolitoli. Ia menilai peran BULOG dalam menyerap beras petani masih jauh dari harapan.
“Selama ini kita melihat penyerapan beras petani oleh BULOG di Tolitoli masih sangat minim. Ini yang menjadi keluhan utama petani di lapangan,” tegas Taufik.
Menurutnya, kondisi tersebut berdampak langsung pada harga jual gabah dan beras petani yang cenderung tidak stabil, bahkan sering merugikan petani saat panen raya.
“Ketika hasil panen tidak terserap maksimal, petani terpaksa menjual dengan harga rendah ke pihak lain. Ini tentu merugikan dan harus segera dicarikan solusinya,” lanjutnya.
Taufik berharap melalui rapat kerja ini, BULOG dapat memberikan penjelasan terbuka sekaligus komitmen nyata untuk meningkatkan serapan beras petani lokal.
“Kita ingin ada langkah konkret, bukan sekadar wacana. Petani butuh kepastian bahwa hasil panennya dihargai dan diserap dengan baik,” pungkasnya.
Rapat ini diharapkan menjadi titik balik bagi perbaikan sistem distribusi dan penyerapan beras di Tolitoli, sehingga kesejahteraan petani dapat lebih terjamin. (Rendra)












