TOLITOLI, Suluh Merdeka – Kebakaran hebat melanda kawasan permukiman warga di Jalan Kilometer 1, Kelurahan Sidoarjo, Kecamatan Baolan, Kabupaten Tolitoli, Sulawesi Tengah, Sabtu (11/7) malam.
Peristiwa yang terjadi sekitar pukul 21.30 WITA itu menyebabkan 11 kepala keluarga (KK) atau 40 jiwa terdampak, sementara 9 KK terpaksa mengungsi setelah kehilangan tempat tinggal akibat amukan si jago merah.
Berdasarkan laporan penanganan bencana sosial, api diduga dipicu korsleting arus listrik. Kobaran api baru berhasil dipadamkan sekitar pukul 23.49 WITA setelah menghanguskan sejumlah rumah warga.
Meski tidak menimbulkan korban jiwa maupun luka-luka, kebakaran tersebut meninggalkan dampak serius bagi para korban. Sejumlah keluarga kini harus mengungsi dan membutuhkan bantuan untuk memenuhi kebutuhan dasar sehari-hari.
Sejak kejadian, Tim Taruna Siaga Bencana (Tagana) Tolitoli langsung turun ke lokasi untuk melakukan asesmen dan pendataan terhadap warga terdampak. Petugas juga membantu proses evakuasi masyarakat, terutama kelompok rentan, ke tempat yang dinilai lebih aman.
Pemerintah Kabupaten Tolitoli turut melakukan koordinasi dengan Sentra Nipotowe Palu terkait penyaluran bantuan logistik dari Kementerian Sosial bagi para korban kebakaran.
Untuk memenuhi kebutuhan konsumsi warga terdampak, dapur umum telah didirikan. Bantuan makanan siap saji berupa nasi bungkus juga mulai didistribusikan kepada para penyintas.
Namun, hingga saat ini masih terdapat sejumlah kebutuhan mendesak, di antaranya kasur, makanan anak, makanan siap saji, family kit, selimut, pakaian dewasa, air mineral, mi instan, seragam sekolah, tenda gulung, matras, ikan sarden, velbed, tenda keluarga, dan tenda serbaguna.
Penanganan pascakebakaran melibatkan berbagai unsur, di antaranya Sentra Nipotowe Palu, Dinas Sosial Kabupaten Tolitoli, TAGANA Kabupaten Tolitoli, BPBD Kabupaten Tolitoli, serta sejumlah instansi terkait lainnya.
Kepala BPBD Kabupaten Tolitoli, Ir. Abdullah Haruna, S.Pt., mengatakan pihaknya terus memperkuat koordinasi lintas instansi agar penanganan terhadap masyarakat terdampak dapat dilakukan secara cepat, terpadu, dan tepat sasaran.
“Pemerintah Kabupaten Tolitoli berkomitmen memberikan penanganan terbaik bagi masyarakat yang terdampak. Koordinasi terus dilakukan agar kebutuhan mendesak para penyintas dapat segera terpenuhi,” ujar Abdullah Haruna.
Pemerintah juga mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran, terutama dengan rutin memeriksa kondisi instalasi listrik di rumah. Langkah pencegahan dinilai penting untuk meminimalkan risiko terjadinya peristiwa serupa.
(Rustam)










