Politik

TKN Prabowo-Gibran Sebut Film ‘Dirty Vote’ Cenderung Fitnah dan tidak Ilmiah

8
×

TKN Prabowo-Gibran Sebut Film ‘Dirty Vote’ Cenderung Fitnah dan tidak Ilmiah

Sebarkan artikel ini
Tim Kampanye Nasional (TKN) pasangan Prabowo-Gibran, Habiburokhman, memberikan tanggapannya terkait kemunculan film 'Dirty Vote' yang dirilis di masa tenang Pemilu 2024.

SuluhMerdeka.com – Wakil Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) pasangan Prabowo-Gibran, Habiburokhman, memberikan tanggapannya terkait kemunculan film ‘Dirty Vote’ yang dirilis di masa tenang Pemilu 2024.

Habiburokhman menyatakan bahwa sementara semua orang memiliki hak untuk menyampaikan pendapat, pihaknya menilai bahwa isi dari film tersebut lebih cenderung berisi fitnah dan narasi kebencian.

“Dalam film tersebut, sebagian besar yang disampaikan cenderung bernada fitnah dan memunculkan narasi kebencian yang sangat asumtif dan tidak ilmiah,” kata Habiburokhman dalam sebuah konferensi pers yang dilakukan pada Senin, 12 Februari 2024.

Habiburokhman juga mempertanyakan kapasitas dari para tokoh yang muncul dalam film tersebut serta menyatakan dugaannya bahwa film ‘Dirty Vote’ diluncurkan sebagai upaya untuk mendegradasi Pemilu 2024.

“Saya merasa ada tendensi untuk mendegradasi Pemilu ini dengan narasi yang sangat tidak berdasar,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Habiburokhman meyakini bahwa masyarakat memiliki kemampuan untuk memahami dan menilai isi film tersebut dengan baik. Dia percaya bahwa masyarakat dapat memahami siapa yang sebenarnya melakukan kecurangan dan siapa yang mendapat dukungan mayoritas dari rakyat.

“Rakyat pasti sangat paham bahwa tokoh yang paling banyak disebut dalam film ‘Dirty Vote’, yaitu Presiden Joko Widodo, sangat berkomitmen menegakkan demokrasi,” tambahnya.

Dia juga menegaskan bahwa masyarakat juga tahu siapa yang sebenarnya melakukan kecurangan dan siapa yang mendapat dukungan mayoritas dari rakyat karena program dan rekam jejak yang jelas berpihak pada rakyat.

Sebagai informasi tambahan, film dokumenter ‘Dirty Vote’ disutradarai oleh Dandhy Dwi Laksono. Dalam siaran tertulisnya, Dandhy menyatakan bahwa film tersebut merupakan bentuk edukasi untuk masyarakat yang akan menggunakan hak pilihnya dalam Pemilu 2024.

Film ini, tambahnya, melibatkan 20 lembaga, termasuk Aliansi Jurnalis Independen (AJI), Bangsa Mahardika, Ekspedisi Indonesia Baru, dan lainnya.

Tetaplah terhubung untuk mendapatkan informasi lebih lanjut mengenai perkembangan terkini terkait Pemilu 2024.***

https://permatajingga.com/ Slot Thailand Situs Slot