oleh

Geliat Ekonomi UMKM Perempuan di Tengah Pandemi

SuluhMerdeka.com – Saat ini, banyak sekali usaha yang dijalankan oleh para perempuan-perempuan tangguh di Indonesia. Usaha yang mereka jalankan sangat beragam, mulai dari yang berskala mikro sampai pada yang berskala besar. Usaha Mikro Kecil dan Menengah yang menjadi salah satu usaha favorit perempuan Indonesia dimasa pandemi, saat ini dituntut untuk lebih inovatif ditengah persaingan global yang begitu terasa.

Pengembangan UMKM dinilai membutuhkan langkah digitalisasi dan peningkatan literasi digital sebagai kunci utama.

Direktur Program Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Esther Sri Astuti mengatakan hal pertama yang perlu dibangun adalah infrastruktur yang mendukung peningkatan literasi digital itu sendiri, misalnya ketersediaan internet yang memadai. Jaringan internet harus merata karena bakal menjadi salah satu media utama untuk masuk dunia digital.

“Jadi, untuk meningkatkan literasi digital UMKM memang butuh upaya yang serius dari pemerintah, karena mereka, saya yakin tidak mampu kalau harus melakukannya sendiri,” kata Esther, Kamis (26/11/2020)

Dia menambahkan ketika infrastruktur pendukung telah terbangun, selanjutnya yang perlu dilakukan yakni menyediakan tarif yang murah sehingga dapat lebih luas diakses oleh UMKM. Perlu ada tarif yang terjangkau bagi pelaku UMKM.

Esther melanjutkan perlu adanya pelatihan dan pembinaan bagi UMKM yang difasilitasi oleh pemerintah. Dengan melek digital, UMKM akan dapat akses permodalan dan pasar lebih mudah, karena keduanya kerap menjadi permasalahan yang biasa dihadapi.

Dia memaparkan UMKM menjadi tulang punggung perekonomian nasional karena meskipun skala usahanya mikro, kecil, dan menengah, tapi kontribusi UMKM cukup signifikan.

Menurut data Indef, UMKM berkontribusi menciptakan lapangan pekerjaan bagi 120,9 juta. Kemudian UMKM juga berkontribusi terdapat Produk Domestik Bruto (PDB) sebesar Rp14 triliun. UMKM juga memberi kontribusi investasi hingga Rp2 triliun dan Rp4 triliun terhadap investasi nasional.

Ada beberapa usaha UMKM yang dirintis oleh pengusaha-pengusaha perempuan semisal “Mbok Sri” dan “Sri Rejeki” yang merupakan pengusaha bawang goreng terkenal di Kota Palu Sulawesi Tengah.

Usaha bawang goreng “Mbok Sri” merupakan usaha bawang goreng pertama di Sulawesi Tengah, usaha ini mulai dirintis pada tahun 1980, dan saat ini telah melahirkan generasi kedua dalam usahanya. Sebagai salah satu UMKM yang sangat terkenal di Kota Palu Sulawesi Tengah, usaha ini telah merambah pasar Nasional dan Internasional.

Walaupun dimasa pandemi, usaha Bawang Goreng Mbok Sri tetap eksis dikarenakan disamping menggunakan sistem pemasaran dari mulut ke mulut juga telah memanfaatkan teknologi dalam beriklan, semisal di Facebook, WhatsAPP maupun Instagram untuk memasarkan Bawang Goreng dan produk Ikutan yang ada di Outlet yang dimiliki oleh usaha ini.

Saat ini banyak sekali usaha UMKM yang dijalankan oleh perempuan dan sukses, karena perempuan bukan hanya sebagai objek usaha tetapi telah menjadi subjek dari usaha itu sendiri dikarenakan perempuan juga memiliki skill entreprenuer yang tak kalah dari laki-laki.

Kita berharap bahwa UMKM yang dirintis ataupun dijalankan oleh para perempuan tetap eksis dan bergeliat walaupun dimasa pandemi seperti saat ini.

Untuk membantu UMKM itu sendiri, pemerintah telah menganggarkan Rp 123 Triliun yang dibagi atas bunga subsidi, bantuan permodalan dan insntif dalam bentuk pajak usaha.

 

Penulis : Mohamad Rivani

News Feed