oleh

Belanja APBD Sulteng 2021 Sebesar Rp2,9 Triliun

SuluhMerdeka.com – Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah melalui Wakil Gubernur Rusli Dg Pallabi menyampaikan pidato pengantar Nota Keuangan atas Rancangan Peraturan Daerah tentang APBD Provinsi Sulawesi Tengah 2021 di ruang rapat Paripurna DPRD Sulteng, Senin (23/11/ 2021).

 

Dalam pidato pengantar tersebut Gubernur Sulawesi Tengah menyampaikan bahwa Ekonomi Sulawesi Tengah triwulan III tahun 2020 tumbuh 2,82% melambat  dibanding capaian triwulan III tahun 2019 sebesar 6,15%. Selain itu tingkat pengangguran terbuka Agustus 2020 sebesar 3,77 % lebih tinggi 0,66 point Agustus 2019.

 

Wakil Ketua DPRD Sulteng Muharram Nurdin yang hadir dalam rapat paripurna DPRD berharap agar DPRD Sulteng dapat membahas Raperda APBD 2021 secara marathon mengingat waktu yang sangat singkat.

PP 12 tahun 2019 mengamanatkan bahwa pembahasan RAPBD wajib disepekati paling lambat sebulan sebelum tahun anggaran berlaku. Itu artinya selambat-lambatnya tanggal 30 Nopember 2020 sudah harus ditetapkan.  Kalau tidak maka Provinsi Sulawesi Tengah berpotensi kehilangan penerimaan sebesar 40 milyar lebih dari pos dana transfer pusat (DID).

“40 milyar itu besar untuk ukuran APBD Provinsi Sulawesi Tengah, karena itu DPRD diharapkan dapat melakukan pembahsan APBD 2021 secara marathon,” harap Muharram Nurdin.

 

Struktur belanja APBD tahun 2021 yang diajukan Gubernur adalah Belanja Operasi sebesar Rp.2.091.784.588.915, Belanja Modal sebesar Rp.312.166.898.396, Belanja tidak terduga Rp.35.000.000.000 dan Belanja Transfer sebesar Rp.474.568.374.646. Struktur belanja tersebut belum termasuk dana DAK 2021 yang sifatnya earmark dan belanja earmark lainnya.

 

“Kalau semua belanja sudah masuk, maka diperkirakan APBD Sulteng tahun 2021 akan memcapai 4 triliyuan lebih, paling tidak sama dengan tahun 2020,” kata Muharram Nurdin menutup pembicaraan.(bat)

News Feed