Daerah

Genting Perkuat Gotong Royong Lintas Sektor Cegah Stunting di Tolitoli

23
×

Genting Perkuat Gotong Royong Lintas Sektor Cegah Stunting di Tolitoli

Sebarkan artikel ini

TOLITOLI, Suluh Merdeka – Pemerintah Kabupaten Tolitoli melalui Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP2KB) terus memperkuat upaya percepatan penurunan angka stunting melalui pelaksanaan Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (Genting).

Program ini menjadi salah satu langkah strategis untuk meningkatkan kepedulian dan keterlibatan berbagai pihak dalam membantu keluarga berisiko stunting, khususnya ibu hamil, ibu menyusui, serta anak balita yang membutuhkan perhatian khusus.

Kepala DP2KB Tolitoli, Yustiyanto Bantilan, S.Kom.M.Si. menyampaikan bahwa penanganan stunting membutuhkan kerja sama dan kepedulian bersama, bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah atau satu instansi tertentu.

Menurutnya, melalui program Genting, pemerintah mendorong keterlibatan masyarakat, dunia usaha, organisasi kemasyarakatan, lembaga keagamaan, hingga individu untuk berpartisipasi menjadi orang tua asuh bagi keluarga yang membutuhkan dukungan.

Sementara itu, Kepala Kemendukbangga BKKBN Provinsi Sulawesi Tengah, Nuryamin,S.Pt. menegaskan bahwa Genting merupakan gerakan gotong royong yang bertujuan mempercepat penurunan stunting melalui bantuan pemenuhan gizi, edukasi pola asuh, serta pendampingan keluarga berisiko.

Ia menjelaskan, stunting bukan sekadar persoalan pertumbuhan fisik atau tinggi badan anak, tetapi juga berkaitan dengan perkembangan otak, kecerdasan, dan kualitas sumber daya manusia di masa depan.

Karena itu, intervensi harus dilakukan secara tepat sasaran, terutama terhadap keluarga berisiko stunting, ibu hamil, ibu menyusui, dan anak usia di bawah dua tahun.

Melalui Genting, berbagai pihak diajak mengambil peran nyata dengan memberikan dukungan berupa makanan bergizi, pendampingan pengasuhan, perbaikan sanitasi, hingga pemberdayaan ekonomi keluarga.

Nuryamin juga mengajak seluruh unsur pemerintah, BUMN, pihak swasta, akademisi, media, serta masyarakat untuk memperluas jangkauan gerakan tersebut agar semakin banyak keluarga yang mendapatkan perhatian dan bantuan.

Ia turut menekankan pentingnya peran kader, penyuluh keluarga berencana, dan Tim Pendamping Keluarga (TPK) dalam memastikan pendampingan berjalan intensif serta bantuan benar-benar diterima oleh sasaran yang membutuhkan.

Melalui pelaksanaan Genting, diharapkan terbangun sinergi lintas sektor atau pentahelix dalam menciptakan generasi yang sehat, cerdas, kuat, dan berkualitas.

Upaya tersebut sekaligus menjadi bagian dari investasi pembangunan sumber daya manusia menuju terwujudnya Indonesia Emas 2045, dengan memastikan setiap anak memperoleh hak atas gizi, kesehatan, dan pengasuhan yang layak. (*)