TOLITOLI, Suluh Merdeka – Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP2KB) Kabupaten Tolitoli meresmikan Sekolah Lansia Tangguh (SLT) Urang Siana yang berarti “Bersaudara” di Desa Pangi, Kecamatan Baolan, Kabupaten Tolitoli, 15 Juli 2026.
Peresmian yang berlangsung di Aula Desa Dadakitan tersebut dihadiri unsur Forkopim, jajaran DP2KB, Penyuluh KB, perangkat desa, tokoh masyarakat, serta anggota Sekolah Lansia Tangguh.
Kepala DP2KB Kabupaten Tolitoli, Yustiyanto Bantilan, S.Kom., M.Si., mengatakan Sekolah Lansia Tangguh merupakan wadah pembelajaran bagi lansia agar tetap aktif, sehat, mandiri, produktif, dan bahagia.
Menurutnya, program tersebut tidak hanya memberikan edukasi tentang kesehatan, tetapi juga menjadi ruang bagi lansia untuk bersosialisasi, mengembangkan keterampilan, meningkatkan kemandirian, serta mempererat silaturahmi.
“Sekolah Lansia merupakan salah satu upaya strategis dalam meningkatkan kualitas hidup lansia. Melalui kegiatan ini, peserta dapat memperoleh pengetahuan tentang kesehatan, gizi, kebugaran, dan kehidupan sosial,” ujar Yustiyanto.
Ia menjelaskan, SLT menerapkan tujuh dimensi ketangguhan lansia, yakni spiritual, fisik, emosional, intelektual, sosial, profesional-vokasional, dan lingkungan.
Berbagai kegiatan juga akan dilaksanakan, antara lain senam lansia, penyuluhan kesehatan, pembelajaran dan pelatihan keterampilan, pembinaan mental dan spiritual, kegiatan sosial, serta rekreasi.

Yustiyanto menegaskan bahwa DP2KB Kabupaten Tolitoli memberikan dukungan penuh terhadap pelaksanaan Sekolah Lansia Tangguh sebagai bagian dari upaya mewujudkan pembangunan keluarga yang berkualitas sepanjang siklus kehidupan.
Menurutnya, lansia merupakan sumber kebijaksanaan, teladan, serta pengalaman yang sangat berharga bagi generasi muda. Karena itu, keberadaan lansia harus terus dihargai, diberdayakan, dan didukung agar tetap memiliki kualitas hidup yang baik.
“Kami berharap Sekolah Lansia Tangguh ini dapat berjalan secara berkelanjutan dengan dukungan pemerintah daerah, perangkat desa atau kelurahan, kader, keluarga, serta seluruh elemen masyarakat,” ujarnya.
Ia menambahkan, keberhasilan program tersebut tidak hanya diukur dari jumlah peserta yang mengikuti kegiatan, tetapi juga dari meningkatnya pengetahuan, kesehatan, kemandirian, dan kebahagiaan para lansia.
Di akhir sambutannya, Yustiyanto mengajak seluruh anggota Sekolah Lansia Tangguh untuk mengikuti setiap kegiatan dengan penuh semangat.
“Jadikan sekolah lansia sebagai tempat untuk terus belajar, bersosialisasi, menjaga kesehatan, serta mengembangkan potensi diri. Semangat untuk belajar tidak mengenal batas usia,” pungkasnya. (*)













