Daerah

Peringati HUT IBI ke 75, DP2KB Tolitoli Dorong Penguatan Peran Bidan

0
×

Peringati HUT IBI ke 75, DP2KB Tolitoli Dorong Penguatan Peran Bidan

Sebarkan artikel ini
HUT IBI - Tampak Kepala Dinas DP2KB foto bersama pengurus IBI kabupaten Tolitoli di momen perayaan peringatan Hari Bidan Internasional 5 Mei 2026

TOLITOLI, SuluhMerdeka – Memperingati Hari Ulang Tahun Ikatan Bidan Indonesia (IBI) ke-75 yang dirangkaikan dengan Hari Bidan Internasional (International Day of the Midwife), Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP2KB) Tolitoli menggelar kegiatan dengan mengusung tema “One Million More Midwives” Satu Juta Bidan Lagi.

Peringatan tersebut menjadi momentum penting untuk memberikan penghargaan dan apresiasi kepada para bidan atas dedikasi dan pengabdiannya dalam meningkatkan kualitas kesehatan ibu dan anak, sekaligus memperkuat peran bidan dalam sistem kesehatan Nasional.

Kepala DP2KB Tolitoli, Yustiyanto Bantilan, S.Kom.M.Si, dalam sambutannya menegaskan bahwa bidan memiliki peran strategis dalam mendukung transformasi sistem kesehatan nasional, khususnya dalam upaya meningkatkan kesehatan ibu, bayi, dan keluarga.

“Bidan merupakan ujung tombak pelayanan kesehatan yang berhadapan langsung dengan masyarakat. Kehadiran mereka sangat penting dalam memastikan setiap ibu dan bayi mendapatkan pelayanan kesehatan yang aman, berkualitas, dan berkesinambungan,” ujar Yustiyanto.

Ia menjelaskan, peringatan HUT IBI ke-75 dan Hari Bidan Internasional tahun ini juga menjadi sarana untuk mewujudkan generasi emas Indonesia yang sehat, cerdas, dan berkualitas melalui pelayanan kesehatan yang optimal sejak masa kehamilan hingga pasca persalinan.

Menurutnya, tema “One Million More Midwives” merupakan seruan global yang menyoroti kebutuhan mendesak akan tambahan satu juta tenaga bidan di seluruh dunia. Hal tersebut sejalan dengan informasi yang disampaikan oleh International Confederation of Midwives (ICM), yang menekankan pentingnya penambahan tenaga bidan guna memperluas akses layanan kesehatan maternal dan neonatal yang aman serta berkualitas.

“Tema ini mencerminkan kebutuhan global akan penambahan jumlah bidan untuk memperkuat layanan kesehatan ibu dan anak. Dengan jumlah bidan yang memadai, akses masyarakat terhadap pelayanan kesehatan yang berkualitas akan semakin meningkat,” jelasnya.

Yustiyanto juga menyampaikan bahwa Hari Bidan Internasional dan HUT IBI bertujuan memberikan apresiasi atas dedikasi bidan, meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya profesi bidan, serta mendorong peningkatan kualitas kesehatan ibu dan bayi baru lahir.

Ia menambahkan, bidan selama ini telah memberikan kontribusi besar dalam menurunkan angka kematian ibu dan bayi, sekaligus meningkatkan derajat kesehatan masyarakat.

Dengan penuh kesabaran, keikhlasan, dan profesionalisme, para bidan terus hadir memberikan pelayanan hingga ke wilayah terpencil dan pelosok daerah.

“Peringatan ini mengajak kita semua untuk terus memperkuat peran bidan dalam sistem kesehatan, meningkatkan kualitas pelayanan, serta memastikan setiap ibu dan bayi mendapatkan perawatan yang aman dan bermutu,” katanya.

Oleh karena itu, ia mengajak seluruh pihak untuk terus mendukung profesi bidan melalui peningkatan kapasitas sumber daya manusia, perlindungan kerja yang memadai, serta pemberian penghargaan yang layak atas jasa dan pengabdian mereka.

“Kepada seluruh bidan, teruslah menjadi sosok yang tangguh, profesional, dan penuh empati dalam menjalankan tugas mulia ini. Semoga seiring bertambahnya usia Ikatan Bidan Indonesia yang ke-75, organisasi ini semakin kuat, profesional, dan mampu menjawab berbagai tantangan zaman dalam mewujudkan pelayanan kesehatan yang berorientasi pada keselamatan dan kesejahteraan masyarakat,” pungkasnya. (Rendra)