Daerah

DP2KB Tolitoli Ikuti Rakor Program Bangga Kencana dan Percepatan Penurunan Stunting di Luwuk

2
×

DP2KB Tolitoli Ikuti Rakor Program Bangga Kencana dan Percepatan Penurunan Stunting di Luwuk

Sebarkan artikel ini
RAKOR PROGRAM BANGGA - Tampak seluruh peserta dari semua Kabupaten Kota Se-Sulteng saat menghadiri kegiatan yang turut memperkenalkan aplikasi BERANI DEPAK STUNTING yang digelar diaula Kantor Bupati Luwuk (15/4)

TOLITOLI, Suluh Merdeka – Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP2KB) Kabupaten Tolitoli, Yustiyanto Bantilan, mengikuti Rapat Koordinasi (Rakor) Program dan Kegiatan Tahun 2026–2027 yang diselenggarakan oleh DP2KB Provinsi Sulawesi Tengah di Kabupaten Banggai, tepatnya di Kota Luwuk.

Kegiatan tersebut bertujuan memperkuat sinergi dan sinkronisasi pelaksanaan Program Pembangunan Keluarga, Kependudukan, dan Keluarga Berencana (Bangga Kencana) serta percepatan penurunan stunting di Sulawesi Tengah melalui penyelarasan program antara pemerintah pusat, provinsi, dan kabupaten/kota.

Dalam rakor tersebut, sejumlah agenda strategis menjadi fokus pembahasan, di antaranya sinkronisasi program lintas sektor, transformasi digital pelayanan keluarga berencana, serta penguatan berbagai intervensi percepatan penurunan stunting.

Secara spesifik, pembahasan mencakup Sinkronisasi Program, yaitu penyelarasan perencanaan dan pelaksanaan Program Bangga Kencana antarinstansi dan lintas sektor.

Transformasi Digital, melalui optimalisasi pelayanan keluarga berencana dan penguatan sistem data, termasuk pemanfaatan inovasi BERANI Deteksi Akar Penyebab Stunting.

Intervensi tepat sasaran, guna mempercepat penurunan prevalensi stunting secara terarah sesuai target yang telah ditetapkan pemerintah.

Rakor dan Sinkronisasi Program Bangga Kencana yang digelar oleh DP2KB Provinsi Sulawesi Tengah tersebut menghasilkan komitmen bersama untuk memperkuat kolaborasi lintas sektor dalam upaya menekan angka stunting. Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah menargetkan prevalensi stunting dapat ditekan hingga mencapai angka 19 persen.

Kepala Dinas DP2KB Tolitoli Foto Bersama beberapa kepala DP2KB usai mengikuti Rakor

Menurut Yustiyanto Bantilan, sejumlah hasil penting yang disepakati melalui  rakor yang digelar pada 15 April di Kabupaten Banggai tersebut, setidaknya menghasilkan tiga kesepakatan, dia taranya, yakni Peningkatan Capaian Program KB

Berdasarkan data Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN), jumlah peserta Keluarga Berencana (KB) di Sulawesi Tengah mencapai 287.848 orang. Capaian penggunaan Metode Kontrasepsi Jangka Panjang (MKJP) dan pelayanan KB pascapersalinan dinilai berhasil melampaui target yang telah ditetapkan.

Kemudian penguatan inovasi BERANI depak stunting, dimana Pemprov  Sulawesi Tengah terus memperkuat implementasi inovasi BERANI Depak Stunting (Deteksi Akar Penyebab Stunting) sebagai program strategis berbasis data real-time yang memungkinkan pemantauan tumbuh kembang anak secara digital dan lebih akurat.

Dan integrasi data lintas sektor, dimana  Rakor ini juga menghasilkan kesepakatan untuk memperkuat integrasi data antarinstansi guna mendukung pelaksanaan program berbasis data yang valid dan terukur, sekaligus menjawab berbagai tantangan pelaporan kegiatan di lapangan.

Serta sinkronisasi program tahunan, yang pada akhirnya seluruh Dinas P2KB kabupaten/kota se-Sulawesi Tengah berhasil menyelaraskan pelaksanaan Program Bangga Kencana tahun berjalan sekaligus menyusun arah perencanaan program untuk tahun 2027 agar lebih efektif dan tepat sasaran.

Yustiyanto Bantilan, menyatakan bahwa hasil rakor tersebut akan menjadi pedoman dalam memperkuat pelaksanaan Program Bangga Kencana dan percepatan penurunan stunting di Kabupaten Tolitoli.

“Melalui sinergi yang kuat antara pemerintah pusat, provinsi, dan daerah, kami optimistis target penurunan stunting dapat dicapai. Penguatan data, inovasi digital, serta keterlibatan seluruh pemangku kepentingan menjadi kunci keberhasilan program ini,” ujarnya.

Dengan adanya sinkronisasi program dan penguatan kolaborasi lintas sektor, diharapkan upaya meningkatkan kualitas keluarga serta mewujudkan generasi yang sehat, berkualitas, dan bebas stunting di Kabupaten Tolitoli dapat berjalan lebih optimal. (Rendra)