DaerahEkonomi

Kadin Tolitoli Fasilitasi UMKM Akses KUR, Siap Dampingi Pelaku Usaha Hadapi Kendala Perbankan

1
×

Kadin Tolitoli Fasilitasi UMKM Akses KUR, Siap Dampingi Pelaku Usaha Hadapi Kendala Perbankan

Sebarkan artikel ini
SOSIALISASI KUR - Tampak Sekda Tolitoli Moh Asrul Bantilan didampingi Ketua Kadin Tolitoli Hi Moh Faizal Lahadja bersama tiga perwakilan Bank penyalur KUR saat pembukaan kegiatan yang digelar di Hotel Bumi Harapan

TOLITOLI, Suluh Merdeka – Permudah akses masyarakat untuk dapat bantuan Pemerintah melalui bantuan modal usaha, Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Tolitoli, inisiasi kegiatan Sosialisasi Kredit Usaha Rakyat (KUR) dengan melibatkan tiga bank penyalur KUR, yakni BRI,Mandiri dan BSI pada kegiatan tersebut.

Ketua Kadin Tolitoli Moh Faizal Lahadja.SE saat memberikan sambutan pada kegiatan Sosialisasi Dana KUR, yang digelar Jum’at (5/6)  mengatakan, dalam mendukung pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), akan menjembatani pelaku usaha dengan dunia perbankan sekaligus memberikan pendampingan bagi masyarakat yang mengalami kendala dalam proses pengajuan kredit.

Pada kesempatan itu, Faizal juga mengatakan, Kadin Tolitoli akan selalu hadir sebagai fasilitator antara pelaku usaha dan lembaga perbankan agar program KUR benar-benar tepat sasaran sesuai harapan pemerintah dalam meningkatkan kesejahteraan dan taraf ekonomi masyarakat.

“Kami ingin menjembatani pelaku usaha dengan pihak perbankan. Kadin hadir sebagai fasilitator agar bantuan KUR dapat tersalurkan sesuai tujuan pemerintah, yakni meningkatkan perekonomian masyarakat dan mendorong pertumbuhan usaha,” ujar Faizal.

Menurutnya, pendampingan kepada UMKM sangat penting agar pelaku usaha dapat memahami prosedur dan persyaratan perbankan sehingga peluang mendapatkan akses pembiayaan menjadi lebih besar.
Faizal menegaskan, penyaluran KUR harus tetap mengacu pada aturan yang telah ditetapkan pemerintah dan tidak boleh menyimpang dari ketentuan yang berlaku.

“Jika ada pelaku usaha yang telah memenuhi seluruh persyaratan namun mengalami kesulitan atau dipersulit oleh oknum tertentu dalam proses pengajuan kredit, Kadin siap memfasilitasi dan membantu mencarikan solusi,” tegasnya.

Ia juga mengungkapkan bahwa saat ini Kadin tengah menggodok usulan terkait penghapusan catatan kredit macet bagi debitur yang telah melunasi kewajibannya. Usulan tersebut nantinya akan direkomendasikan kepada pemerintah pusat melalui kementerian terkait.

“Kami sedang mengupayakan agar masyarakat yang pernah mengalami kredit macet tetapi sudah melunasi kewajibannya dapat memperoleh kesempatan kembali mengakses pembiayaan. Hal ini sedang kami bahas dan akan kami perjuangkan melalui rekomendasi kepada kementerian terkait,” jelas Faizal.

Sementara itu, Sekretaris Daerah Kabupaten Tolitoli, Moh. Asrul Bantilan, S.Sos menyampaikan bahwa UMKM memiliki peran strategis dalam menciptakan lapangan kerja, meningkatkan pendapatan masyarakat, dan mendorong pertumbuhan ekonomi daerah yang inklusif dan berkelanjutan.

BERI SAMBUTAN – Ketua Kadin Tolitoli Moh Faizal Lahadja.SE penuh khidmat saat memberikan sambutan dihadapan ratusan peserta undangan sosialisasi dana KUR

Menurutnya, salah satu tantangan utama yang masih dihadapi pelaku usaha adalah keterbatasan akses terhadap sumber pembiayaan. Karena itu, Program Kredit Usaha Rakyat (KUR) menjadi solusi penting yang memberikan kemudahan akses modal dengan dukungan pemerintah.

“KUR merupakan salah satu instrumen yang sangat membantu masyarakat dalam mengembangkan usaha melalui pembiayaan yang mudah, terjangkau, dan mendapat dukungan penuh dari pemerintah,” kata Asrul.

Ia berharap melalui sosialisasi tersebut para peserta dapat memperoleh pemahaman yang komprehensif mengenai persyaratan, mekanisme, dan prosedur pengajuan KUR sehingga dapat memanfaatkan fasilitas pembiayaan secara optimal.

“Dengan pemahaman yang baik, pelaku usaha dapat meningkatkan kapasitas usahanya, memperluas jaringan pemasaran, serta meningkatkan daya saing produk lokal Kabupaten Tolitoli,” ujarnya.

Asrul juga mengapresiasi langkah Kadin Tolitoli yang aktif melakukan sosialisasi dan pendampingan kepada pelaku UMKM. Menurutnya, masih banyak pelaku usaha yang mengalami keterbatasan literasi keuangan sehingga merasa ragu atau takut mengakses layanan perbankan.

“Kehadiran Kadin sebagai pendamping tentu sangat membantu para pelaku usaha. Selain memberikan pemahaman mengenai pengajuan kredit, Kadin juga dapat membantu dalam pengelolaan usaha dan keuangan sehingga para pelaku UMKM lebih siap memperoleh pembiayaan dari perbankan,” katanya.

Ia mengakui bahwa pihak perbankan memiliki kehati-hatian dalam menyalurkan kredit demi menjaga kualitas pembiayaan. Namun demikian, pemerintah daerah berharap seluruh lembaga perbankan dapat terus memberikan kemudahan akses bagi UMKM yang memenuhi syarat.

“Pemerintah daerah berharap seluruh perbankan yang beroperasi di Kabupaten Tolitoli dapat terus memperluas akses pembiayaan bagi pelaku UMKM, sehingga semakin banyak usaha produktif yang berkembang dan mampu menciptakan lapangan kerja baru,” ungkapnya.

Asrul juga mengajak generasi muda untuk mulai berani menjadi pencipta lapangan kerja melalui berbagai sektor usaha, mulai dari perdagangan, pertanian, perkebunan, ekonomi kreatif, hingga teknologi digital.

“Sudah saatnya generasi muda tidak hanya berpikir menjadi pencari kerja, tetapi juga menjadi pencipta lapangan kerja. Walaupun memulai dari usaha kecil dengan dua atau tiga karyawan, itu sudah menjadi kontribusi besar bagi perekonomian daerah,” tuturnya.

Di akhir sambutannya, Asrul menegaskan bahwa UMKM merupakan tulang punggung perekonomian daerah. Pengalaman saat pandemi menunjukkan bahwa sektor UMKM menjadi salah satu sektor yang mampu bertahan dan menjaga pergerakan ekonomi masyarakat.

“UMKM adalah fondasi ekonomi daerah. Karena itu, dukungan terhadap pelaku usaha harus terus diperkuat melalui akses pembiayaan, pendampingan, dan peningkatan kapasitas usaha agar mampu tumbuh dan berkembang secara berkelanjutan,” pungkasnya.(Rendra)