Daerah

BPBD Tolitoli Bangun Tanggul Pemecah Ombak di Dusun Tubele.

0
×

BPBD Tolitoli Bangun Tanggul Pemecah Ombak di Dusun Tubele.

Sebarkan artikel ini
TINJAU LOKASI - Tampak Kepala Pelaksana BPBD Tolitoli Ir. Abdullah Haruna saat melakukan kunjungan ke lokasi Dusun Tubele Desa Kalangangkan guna memastikan proses pembangunan berjalan lancar

TOLITOLI, SuluhMerdeka – Pemerintah Kabupaten Tolitoli melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) terus menunjukkan komitmennya dalam melindungi masyarakat dari ancaman bencana pesisir. Pada tahun anggaran 2026, BPBD Tolitoli resmi membangun Tanggul Pemecah Ombak (TPO) sepanjang 273 meter di Dusun Tubele, Desa Kalangkangan, Kecamatan Galang, Kabupaten Tolitoli.

Pembangunan tanggul tersebut dilakukan sebagai langkah antisipasi terhadap gelombang laut yang selama ini kerap menghantam bibir pantai dan memicu kekhawatiran warga setempat. Ombak besar yang pecah di pesisir sering kali menyebabkan air laut meluap hingga mendekati area pemukiman warga.

Kepala BPBD Kabupaten Tolitoli, Ir. Abdullah Haruna, S.Pt, mengatakan pembangunan TPO merupakan bagian dari upaya mitigasi bencana untuk memberikan rasa aman kepada masyarakat pesisir, khususnya warga Dusun Tubele yang selama ini hidup dalam ancaman abrasi dan hantaman ombak saat cuaca ekstrem.

Menurutnya, pemerintah daerah tidak ingin menunggu hingga terjadi bencana yang lebih besar baru mengambil tindakan. Karena itu, langkah pencegahan dinilai menjadi solusi paling tepat demi keselamatan masyarakat.

“Langkah ini dilakukan guna mengantisipasi ombak yang pecah di pinggir pantai kemudian bias hingga ke pemukiman warga dan membuat masyarakat resah serta panik. Sebelum terjadi hal-hal yang tidak diinginkan, kita harus melakukan pencegahan,” ujar Abdullah Haruna, Kamis (7/5).

Ia menjelaskan, pembangunan tanggul pemecah ombak tersebut diharapkan mampu mengurangi dampak gelombang tinggi yang kerap terjadi saat kondisi cuaca buruk maupun angin kencang di wilayah pesisir Kecamatan Galang.

Selama ini, kata dia, Dusun Tubele termasuk salah satu wilayah yang cukup rawan terdampak gelombang laut, terutama ketika musim angin dan cuaca ekstrem melanda perairan Tolitoli. Kondisi itu membuat warga sering merasa khawatir, terlebih rumah mereka berada tidak jauh dari garis pantai.

Sementara itu, salah satu warga Dusun Tubele, Aco (45), mengaku sangat bersyukur atas perhatian pemerintah daerah melalui BPBD Tolitoli. Ia mengatakan sebelum adanya pembangunan TPO, warga kerap dihantui rasa takut ketika ombak besar datang pada malam hari maupun saat cuaca buruk.

Menurutnya, gelombang laut yang menghantam pantai terkadang mencapai ketinggian sekitar satu meter dan airnya bias hingga masuk ke sekitar pemukiman warga. Kondisi tersebut tidak jarang menimbulkan kepanikan, terutama bagi anak-anak dan para lansia.

“Kalau laut sedang tidak baik, ombak sering pecah di pantai dan airnya sampai bias ke rumah-rumah warga. Kami sering panik takut terjadi abrasi atau air masuk lebih jauh lagi,” ungkap Aco.

Namun kini, lanjutnya, masyarakat mulai merasa lebih tenang setelah pembangunan tanggul pemecah ombak dilakukan pemerintah. Warga menilai keberadaan TPO menjadi harapan baru untuk melindungi pemukiman mereka dari ancaman gelombang laut.

“Kami sangat bersyukur kepada pemerintah khususnya BPBD Tolitoli yang sangat peduli dengan keselamatan warga. Dengan adanya tanggul ini kami merasa lebih aman dan tidak terlalu panik lagi saat ombak besar datang,” tambahnya.

Pembangunan tanggul pemecah ombak tersebut juga mendapat apresiasi dari masyarakat setempat karena dinilai menjadi bukti nyata kehadiran pemerintah dalam menjawab kebutuhan warga pesisir yang selama ini menghadapi ancaman bencana laut.

Warga berharap pembangunan infrastruktur penahan ombak itu dapat terus dilanjutkan dan diperkuat di titik-titik rawan lainnya di wilayah pesisir Kabupaten Tolitoli guna meminimalisir risiko bencana serta menjaga keselamatan masyarakat. (Rendra)