TOLITOLI, SuluhMerdeka – Pemerintah Kabupaten Tolitoli terus memperkuat kesiapsiagaan dan penanganan bencana melalui sinergi lintas instansi. Salah satu langkah strategis dilakukan dengan menggelar Rapat Koordinasi Pembahasan Nota Kesepahaman (MoU) antara Pemerintah Daerah Kabupaten Tolitoli dan Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas II Palu (Basarnas) Provinsi Sulawesi Tengah, Selasa (5/5).
Kegiatan yang berlangsung di Aula Suwot Polimpungan Kantor Bupati Tolitoli itu dihadiri langsung Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tolitoli, Ir. Abdullah Haruna, S.Pt., bersama jajaran BPBD.
Rapat dipimpin Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setdakab Tolitoli, Mohamad Dzikron, S.H., M.Si., mewakili Bupati Tolitoli. Dalam pertemuan tersebut, pemerintah daerah bersama Basarnas membahas penguatan kerja sama penanganan kondisi darurat dan operasi pencarian serta pertolongan korban bencana maupun kecelakaan.
MoU tersebut dinilai sangat penting untuk mendukung pelayanan cepat dan maksimal kepada masyarakat, khususnya dalam proses pencarian, penyelamatan, evakuasi korban, hingga penanganan keadaan darurat secara terpadu dan terkoordinasi.
Kepala BPBD Tolitoli, Ir. Abdullah Haruna, menegaskan bahwa koordinasi antarinstansi menjadi kunci utama dalam meminimalisir risiko korban jiwa saat terjadi bencana maupun kecelakaan di wilayah Kabupaten Tolitoli.
“Sinergi antara pemerintah daerah dan Basarnas sangat penting agar setiap penanganan darurat dapat dilakukan lebih cepat, tepat, aman dan terkoordinasi,” ujarnya.
Dalam rapat tersebut, sejumlah poin strategis menjadi fokus pembahasan, di antaranya manajemen waktu pelaksanaan operasi pencarian dan pertolongan, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, pemanfaatan sarana dan prasarana, penelitian dan pengembangan, hingga pertukaran data serta informasi kebencanaan.
Kerja sama ini diharapkan mampu meningkatkan kesiapsiagaan daerah menghadapi berbagai potensi bencana yang sewaktu-waktu dapat terjadi, mengingat Kabupaten Tolitoli merupakan salah satu wilayah yang memiliki kerawanan terhadap cuaca ekstrem dan bencana alam.
Selain itu, kehadiran Basarnas dalam pola koordinasi yang lebih terstruktur diyakini akan mempercepat respons lapangan ketika terjadi kondisi darurat yang membutuhkan tindakan penyelamatan.
Turut hadir dalam rapat tersebut perwakilan Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas II Palu beserta jajaran, Kepala Bagian Hukum Setdakab Tolitoli bersama staf, Kepala Bagian Pemerintahan Setdakab beserta jajaran, serta perwakilan Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan (Prokopim) Setdakab Tolitoli.
Dengan adanya pembahasan MoU ini, Pemerintah Kabupaten Tolitoli menunjukkan komitmennya dalam membangun sistem penanggulangan bencana yang lebih sigap, profesional dan terintegrasi demi keselamatan masyarakat.( Rendra)












