oleh

Senator Lukky Semen Gelar Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan

SuluhMerdeka.com — Anggota MPR/DPD RI daerah pemilihan Sulawesi Tengah kembali menggelar sosialisasi empat pilar yakni Pancasila, UUD 1945, NKRI dan Bhinneka Tunggal Ika kebangsaan di Bulan September 2020 ini bertempat di Hotel Grand Duta Palu dengan menghadirkan peserta dari Pengurus Pemuda GKST Klasis Palu (18/9/2020)

Dalam sambutan pengantarnya Senator Lukky Semen mengatakan, sebagai anggota DPD RI yang juga sebagai anggota MPR RI, memiliki peran dan tugas konstitusi untuk mensosialisasikan empat pilar MPR RI kepada konstituen yang ada di daerah. Empat pilar MPR RI yang terdiri dari Pancasila sebagai idiologi negara, UUD 1945 sebagai konstitusi negara, NKRI sebagai bentuk negara dan Bhinneka Tunggal Ika sebagai semboyan negara.

“Empat pilar MPR RI dapat menjadi panduan yang efektif dan nyata, apabila semua pihak, segenap elemen bangsa dan penyelenggara negara baik di pusat dan di daerah dan seluruh masyarakat, konsisten mengamalkan nilai nilai yng terkandung didalamnya. Dimana empat pilar MPR RI harus dipahami oleh seluruh masyarakat, dalam berinteraksi sosial diberbagai dimensi kehidupan berbangsa dan bernegara,” ujar Lukky Semen.

Dijelaskan Lukky Semen, sosialisasi empat pilar MPR RI sangat perlu dilaksanakan di kalangan generasi muda, agar menjadi pondasi kepribadian dan perilaku sebagai generasi penerus dan pelanjut estafet kepemimpinan Bangsa. Apalagi dalam momentum Pilkada serentak tahun 2020 akan diwarnai dengan adanya isyu isyu hoaks atau fitnah yang mengancam semangat kebersamaan dan persaudaraan di daerah. Untuk itu generasi muda jangan terprovokasi atau terpancing dengan adanya ujaran kebencian atau fitnah yang yang bisa memecah belah persatuan,” ujarnya.

Sementara itu pemateri sosialisasi empat pilar kebangsaan yang juga Akademisi Universitas Tadulako Palu Dr Christian Tindjabate MSi mengatakan, keberadaan Empat Pilar Kebangsaan yakni Pancasila, UUD 1945, NKRI dan Bhinneka Tunggal Ika telah mengatur kehidupan masyarakat indonesia dengan prinsip 3S. Yakni Serasi, Seimbang dan Selaras.

Menurutnya, sejarah berdirinya Negara Indonesia yang berlandaskan semangat kebangsaan dengan empar pilarnya tidak lepas dari adanya tiga hal. Yakni Realitas Demografis dan Kultural, Realitas Idiologis dan Realitas Historis. Adapun dengan keberadaan tiga realitas tadi maka Indonesia diibaratkan dengan Zamrud di Khatulistiwa yang meliputi 130 etnis dengan adat istiadat yang beragam dan mempesona. Keberadaan 746 wara bahasa daerah. Keberadaan warna kulit penduduk yang beragam. Keberadaan 5 agama yang dianut. Serta keberadaan 17.480 pulau pulaunya.

Disampaikan Christian, namun realitas saat ini sebagai dampak dari melemahnya pemahaman idiologi kebangsaan dari warga masyarakat termasuk pemuda, yakni timbul kerawanan, lupa dan tidak mengerti, rasa masa bodoh serta munculnya keinginan segelintir oknum untuk merubah idiologi bangsa. Termasuk adanya gerakan yang ingin memisahkan diri dari NKRI.

“Dengan realitas tersebut maka implementasi Empat Pilar Kebangsaan diharapkan akan menghadirkan rasa setia dan cinta tanah air. Mengembangkan semangat persatuan dan kesatuan. Pemuda GKST sebagai elemen bangsa harus menjadi salah pondasi kekuatan bangsa yang punya jiwa dan semangat patriotik serta memahami sejarah dan arah masa depan bangsa Indonesia. Mampu mengimplementasikan nilai nilai empat pilar dalam kehidupan sehari hari,” tandasnya. 

Sementara itu salah satu peserta sosialisasi yakni Gebby dalam sesi diskusi mengusulkan kegiatan sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan MPR RI juga dilakukan di daerah terpencil. Mengingat kegiatan tersebut sangat baik untuk pemuda guna menghadapi perkembangan globalisasi, sehingga pemuda di wilayah pelosok punya bekal terhadap wawasan empat pilar kebangsaan.(Dhankz/fma)

News Feed