Politik

Idrus : PPK dan PPS Tak Boleh Kerja Sendiri – Sendiri Dalam Pengelolaan Keuangan

1
×

Idrus : PPK dan PPS Tak Boleh Kerja Sendiri – Sendiri Dalam Pengelolaan Keuangan

Sebarkan artikel ini

PALU,SULUHMERDEKA -Ketua KPU Kota Palu, Idrus menekankan kepada penyelenggara adhock untuk memahami dan menerapkan PKPU 8 tahun 2024 tentang pembentukan dan tata cara badan adhock Pemilu.

Demikian Idrus dalam bimbingan teknis pengelolaan keuangan dan tata kerja sekretariat badan adhock pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Sulawesi Tengah dan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Palu tahun 2024, Sabtu 20 Juli 2024 di salah satu hotel di Kota Palu.

Idrus mengatakan pentingnya Bimtek ini sebagai langkah strategis dalam memastikan kelancaran pelaksanaan Pilkada 2024. Idrus mengingatkan peserta bimtek untuk memahami dan menerapkan PKPU 8 tahun 2022

“Semoga teman-teman semua sudah membaca PKPU 8 tahun 2022. Kalau belum, segera baca dan pahami, karena aturan ini menjadi dasar dalam pembagian tugas dan tanggung jawab kita,” katanya.

Ia juga menegaskan bahwa sekretariat PPK dan PPS bertugas membantu melaksanakan tugas-tugas tahapan di masing-masing tingkat, baik melalui rapat pleno PPK maupun PPS.

“Maka ketika PPK atau PPS mengambil kebijakan melalui rapat pleno, tugas itu harus dilaksanakan oleh teman-teman sekretariat,” tegasnya.

Idrus menekankan bahwa usulan nama-nama sekretaris disetujui oleh pemerintah kota dan tidak boleh ada kerja-kerja sendiri yang melanggar aturan.

“Usulan nama oleh KPU kepada pemerintah kota didasarkan pada usulan PPK. Maka, tidak ada lagi diskresi dan tidak ada lagi kerja-kerja sendiri. Semua harus sesuai dengan aturan,” ujarnya.

Dalam pengelolaan keuangan, Idrus menyebut prinsip efektif dan efisien, transparan, realistis, dan akuntabel.

“Pengelolaan keuangan harus efektif dan efisien, namun tidak mengorbankan kualitas pekerjaan. Prinsip transparansi sangat penting agar memudahkan proses audit oleh BPK,” katanya.

Idrus juga mengingatkan pentingnya realitas dalam pengelolaan keuangan. Jangan karena alasan hemat, kualitas pekerjaan menjadi tidak baik dan harus realistis dan tetap menjaga kualitas.

Idrus juga menyoroti peran penting Ketua PPK dan Ketua PPS dalam menjaga kesehatan organisasi dan pelaksanaan tugas-tugas. Menurutnya sehat dan tidaknya kerja-kerja PPK dan PPS bergantung pada ketua masing-masing.

“Jadi sehat dan tidaknya kerja di tingkat PPK dan PPS itu bergantung pada masing-masing ketuanya,”demikian Idrus (**).