oleh

Mantan Ketua DPR Marzuki Alie Fasilitasi Mahasiswanya Ikut Demo Tolak UU Cipta Kerja

SuluhMerdeka.com – Ketua DPR RI periode 2009-2014 sekaligus Rektor Universitas Indo Global Mandiri (UIGM) Palembang, Marzuki Alie siap memfasilitasi mahasiswanya yang ikut unjuk rasa menolak Undang-undang Cipta Kerja. Dengan catatan tidak berbuat anarkis.

“Mahasiswa ikut demo, kita fasilitasi, kita arahkan, kita kasih uang makan. Tapi kita tidak biarkan mereka pergi ada yang anarkis,” ungkap Marzuki di Palembang, Jumat (9/10).

Dia menjelaskan, fasilitas tersebut sebagai bentuk dukungan terhadap mahasiswa yang menolak pengesahan UU Cipta Kerja. Banyak alasan keterlibatannya dalam mendukung aksi itu karena berkaitan dengan dunia pendidikan. Diantaranya, pendidikan Indonesia digiring pemerintah untuk dikomersialisasi padahal pendidikan adalah tanggung jawab negara sesuai amanat konstitusi.

“Kami lihat ada pasal pendidikan siluman di UU Cipta Kerja, harusnya dikeluarkan. Kalau ini dikomersialkan, UU pendidikan tinggi, UU nasional, semuanya akan dicabut dari klaster pendidikan,” ujarnya.

Dia menilai pemerintah ingin merubah dunia pendidikan ke arah industri seperti beberapa negara tetangga. Namun mestinya pemerintah memberikan solusi dengan memperkuat pendidikan di dalam negeri dan bukan semata-mata melakukan industrialisasi.

“UU Cipta Kerja tidak seluruhnya tidak baik, kita harus jujur. Pasal yang tidak baik itu diajukan judicial review sesuai konstitusi,” kata dia.

Terlepas itu, Marzuki Alie mendorong dunia pendidikan untuk mengembangkan diri dalam menyiapkan sumber daya manusia yang mampu bersaing secara global. Terlebih, UU itu juga mengatur tenaga kerja asing masuk sehingga diperlukan daya saing pekerja dalam negeri.

“Saya yakin pemerintah tidak sembarangan membuka TKA ke Indonesia, kita berpikir positif dulu. Tapi harus tetap ada kontrol di sana,” jelas dia.

“Kita siapkan mahasiswa kita bukan hanya di Indonesia tapi di dunia, bukan sebagai tenaga kasar, tapi tenaga ahli. Hal terpenting siapkan tenaga unggul,” tutupnya. (fma)

Sumber : Merdeka.com

 

News Feed