Nasional

DPRD Sulteng Gelar RDP Terkait Isu Penculikan Anak

1
×

DPRD Sulteng Gelar RDP Terkait Isu Penculikan Anak

Sebarkan artikel ini

SuluhSulawesi.com – Komisi I dan IV Bidang Kesejahteraan Rakyat (Kesra) DPRD Sulteng melaksanakan Rapat Dengar Pendapat (RDP) untuk menindaklanjuti maraknya isu penculikan anak di wilayah Sulteng, Selasa 24 Januari 2023 di Ruang Sidang Utama DPRD Sulteng.

RDP dipimpin Wakil Ketua (Waket) I DPRD Sulteng M Arus Abdul Karim yang didampingi Ketua Komisi IV, Alimuddin Pa’ada dan Wakil Ketua Komisi I, Ronald Gulla.

Pihak terkait yang hadir antara lain Polda Sulteng, Satpol PP Sulteng, Korem 132 Tadulako, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Sulteng dan Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Sulteng.

Arus Abdul Karim mengatakan RDP ini bertujuan untuk menyikapi viralnya isu penculikan anak sekaligus menyepakati langkah strategis yang akan dilakukan.

Ketua Komisi IV, Alimuddin Pa’ada mengatakan isu penculikan anak ini telah membawa efek negatif bagi keluarga. Saat ini anak-anak diproteksi agar tidak lagi bermain di luar bersama teman-temannya.

Fairus Husen Maskati meminta pihak kepolisian mengecek kebenaran isu ini. Sebab menurutnya hal ini telah membuat keresahan di tengah masyarakat.

Dia berharap dinas pendidikan dan kebudayaan dan dinas pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak segera menyosialisasikan edukasi terkait bagaimana seorang anak mengenali motor pelaku kriminal yang menyasar anak-anak. Hal ini katanya bisa menjadi langkah antisipasi dini yang dilakukan bersama.

Ia pun meminta dinas pendidikan mengeluarkan imbauan kepada seluruh sekolah agar memasang kamera pemantau (CCTV) sekaligus memperketat pengawasan soal penjemputan anak di sekolah.

Selanjutnya Wakil Ketua Komisi I, Ronald Gulla. Ia menekankan isu terus meluas bukan saja di Kabupaten Donggala dan Kota Palu. Saat ini isu penculikan anak juga telah merebak di Kabupaten Banggai, Banggai Laut dan Banggai Kepulauan.

Ibrahim A Hafid berpendapat, harus ada pencermatan terkait isu ini. Pasalnya kata Ibrahim, meski baru sebatas isu hal ini sudah sangat meresahkan.

Kapolres Donggala AKBP Efos Satria Wisnuwardhana yang diberikan kesempatan untuk menjelaskan terkait isu penculikan anak yang terjadi di Desa Lero.

Secara umum Kapolres Donggala mengatakan peristiwa penculikan anak yang terjadi masih sebatas isu. Berdasarkan hasil pengembangan penyelidikan, kabar penculikan anak yang terjadi di Desa Lero berangkat dari dua peristiwa yang berbeda. Pertama soal dugaan jambret dan kedua dugaan pencurian kios.

Namun isu yang kemudian mengemuka di media sosial menjadi isu penculikan anak.

https://permatajingga.com/ Slot Thailand Situs Slot