TOLITOLI, Suluh Merdeka – Bupati Tolitoli, H. Amran Hi. Yahya, menghadiri sekaligus membuka kegiatan Simposium Hari Stroke Sedunia (World Stroke Day) yang diselenggarakan oleh Perhimpunan Dokter Spesialis Neurologi Indonesia (PERDOSNI) Cabang Palu, bertempat di Aula Rumah Jabatan (Rujab) Bupati Tolitoli, Jumat (6/11/2026).
Kegiatan ini menjadi momentum penting dalam meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap bahaya penyakit stroke sekaligus memperkuat kapasitas tenaga medis dan kualitas pelayanan kesehatan, khususnya dalam penanganan penyakit saraf di Kabupaten Tolitoli.
Simposium tersebut diikuti 13 dokter spesialis saraf dari berbagai wilayah di Sulawesi Tengah. Selain menjadi forum ilmiah untuk berbagi pengetahuan dan pengalaman di bidang neurologi, kegiatan ini juga dirangkaikan dengan sejumlah agenda pelayanan kesehatan bagi masyarakat.
Rangkaian kegiatan meliputi bakti sosial, pelayanan pengobatan gratis, kunjungan pelayanan medis, serta tindakan Digital Subtraction Angiography (DSA).
Salah satu hal istimewa dalam kegiatan tersebut adalah pelaksanaan tindakan DSA yang untuk pertama kalinya dilakukan di Kabupaten Tolitoli. Pencapaian ini menjadi kebanggaan tersendiri bagi RSUD Mokopido Tolitoli sekaligus menjadi langkah penting dalam pengembangan layanan kesehatan, khususnya penanganan penyakit pembuluh darah otak.
DSA merupakan prosedur pemeriksaan pencitraan pembuluh darah menggunakan teknologi khusus yang dapat membantu dokter melihat kondisi pembuluh darah secara lebih detail. Pemeriksaan ini memiliki peran penting dalam mendukung diagnosis dan penanganan sejumlah gangguan pembuluh darah, termasuk yang berkaitan dengan penyakit stroke.
Pelaksanaan tindakan DSA di Tolitoli diharapkan menjadi awal dari peningkatan kemampuan pelayanan medis yang lebih komprehensif, sehingga masyarakat memiliki kesempatan memperoleh layanan kesehatan spesialistik dengan dukungan tenaga medis profesional dan teknologi kedokteran yang memadai.
Dalam sambutannya, Bupati H. Amran Hi. Yahya menyampaikan apresiasi kepada PERDOSNI Cabang Palu, para dokter spesialis saraf, serta seluruh tenaga kesehatan yang telah berkontribusi dalam menyelenggarakan kegiatan tersebut.
Bupati berharap simposium ini tidak hanya menjadi kegiatan ilmiah, tetapi juga memberikan manfaat nyata bagi peningkatan pengetahuan, keterampilan, dan kualitas pelayanan kesehatan kepada masyarakat.

Ia juga menekankan pentingnya memperkuat sinergi antara tenaga medis, rumah sakit, organisasi profesi, institusi pendidikan kedokteran, dan Pemerintah Daerah dalam membangun pelayanan kesehatan yang semakin baik.
Menurutnya, peningkatan kualitas sumber daya manusia di bidang kesehatan harus berjalan seiring dengan pengembangan fasilitas dan teknologi medis. Dengan demikian, masyarakat Kabupaten Tolitoli dapat memperoleh pelayanan kesehatan yang lebih mudah, cepat, dan berkualitas.
Bupati juga berharap kehadiran para dokter spesialis saraf dari berbagai daerah di Sulawesi Tengah dapat menjadi kesempatan untuk berbagi ilmu, memperkuat koordinasi, serta mendorong pengembangan layanan neurologi di RSUD Mokopido.
Terlebih, penyakit stroke merupakan salah satu masalah kesehatan yang membutuhkan perhatian serius karena dapat menyebabkan kecacatan bahkan mengancam keselamatan jiwa apabila tidak mendapatkan penanganan secara cepat dan tepat.
Karena itu, peningkatan edukasi mengenai faktor risiko stroke, pengenalan gejala sejak dini, serta pentingnya segera mendapatkan pertolongan medis menjadi bagian penting dalam upaya menekan dampak penyakit tersebut.
Kegiatan kemudian diakhiri dengan penyerahan plakat antara Pemerintah Kabupaten Tolitoli dan Guru Besar Departemen Neurologi Fakultas Kedokteran Universitas Hasanuddin (FK Unhas), sebagai bentuk penghargaan dan penguatan hubungan kerja sama di bidang pendidikan serta pelayanan kesehatan.
Selanjutnya, kegiatan dilanjutkan dengan pemaparan materi ilmiah oleh narasumber dari kalangan neurologi PERDOSNI Cabang Palu, yang membahas berbagai aspek terkait perkembangan ilmu kedokteran saraf dan penanganan penyakit stroke.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Ketua DPRD Kabupaten Tolitoli, Sekretaris Daerah, para kepala organisasi perangkat daerah (OPD), Direktur RSUD Mokopido, Camat Baolan, Ketua Umum PERDOSNI, Ketua IDI Cabang Tolitoli, Wakil Dekan I Fakultas Kedokteran dan Ketua Program Studi Profesi Dokter Universitas Al-Khairaat Cabang Palu, serta sejumlah undangan lainnya.
Melalui pelaksanaan Simposium Hari Stroke Sedunia ini, Pemerintah Kabupaten Tolitoli berharap terbangun kolaborasi yang semakin kuat antara pemerintah daerah, organisasi profesi, rumah sakit, dan institusi pendidikan kedokteran.
Kehadiran layanan medis seperti tindakan DSA diharapkan menjadi salah satu langkah kemajuan pelayanan kesehatan di Kabupaten Tolitoli, sekaligus membuka peluang pengembangan layanan spesialistik lainnya demi meningkatkan derajat kesehatan dan kesejahteraan masyarakat.(*)













