oleh

Waspada, Puncak La Nina di Sulteng Diprediksi Desember 2020 Sampai Februari 2021

Suluhmerdeka.com – Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprakirakan fenomena la nina akan berakhir pada Mei 2021. Untuk wilayah Sulawesi Tengah, diprediksi akan berakhir pada Februari 2021.

Koordinator Analisa dan Pengelola Data BMKG Bandar Udara Mutiara Sis Aljufrie Palu, Affan Nugraha Diharsya menjelaskan la nina adalah fenomena yang diakibatkan masuknya dorongan udara dingin dari Samudera Pasifik masuk ke wilayah Indonesia dari arah bagian timur.

Fenomena yang dirasakan sejak Oktober 2020 ini dapat menyebabkan hujan dengan intensitas tinggi yang disertai angin kencang dan petir. Dampaknya, akan terjadi banjir dan longsor. “Masyarakat harus tetap waspada, jangan panik dan jika terjadi hujan deras sebaiknya melakukan mitigasi bencana,” terangnya, Selasa (20/10).

Affan mengatakan selain la nina Indonesia juga dilanda fenomena Madden Julian Oscillatiol (MJO). Fenomena yang datang dari arah bagian barat Indonesia ini punya dampak alam yang sama dengan la nina. “Pertemuan la nina dan MJO di Indonesia dan di Sulteng lagi memasuki musim penghujan sehingga dikuatirkan curah hujannya akan lebih tinggi,” jelasnya.

Terkait dengan wilayah yang akan merasakan dampak la nina dan MJO, Affan mengimbau agar wilayah yang memiliki historis kebencanaan agar waspada. “Beberapa wilayah di Sulteng sudah terjadi banjir. Sebaiknya waspada termasuk wilayah Kota Palu bagian barat yang memiliki beberapa titik aliran air sungai,” pungkasnya. (Lia)

News Feed