oleh

Sigi Susun Rencana Kontinjensi Kebencanaan

Suluhmerdeka.com – Menghadapi beragam bencana, Kabupaten Sigi menyusun rencana kontinjensi dan memperbaharui yang sudah ada sebelumnya. Perencanaan dilakukan bersama seluruh stakeholder terkait dan ditargetkan selesai dalam empat bulan ke depan.

Bupati Sigi Muh Irwan mengatakan, ada dua skema yang ditempuh dalam penyusunan rencana kontinjensi yaitu jangka panjang dan jangka pendek. Untuk jangka panjang yaitu penguatan program Sigi Hijau. Program ini termasuk penataan kawasan dan lingkungan, misalnya menanam pohon-pohon produktif dan sebagainya. Kemudian ada konsep lima ribu pohon per desa.

“Nah ini jalan tapi sebentar. Tidak lama. Pertama kami keterbatasan dana dan biaya. Ini jalan kemarin hanya wilayah Palolo. Ketik satu dua tahun berjalan, masuk bencana ini terhenti. Tapi di pasca (bencana) saya melakukan penanaman pohon lagi, konsepnya satu desa 10 ribu pohon dan sejuta bambu. Ini semua di penguatan program,” kata Muh Irwan usai saat membuka Workshop Penyusunan Rencana Kontinjensi Kabupaten Sigi, Selasa (26/1) di Sigi.

Kemudian di penguatan kelembagaan, kata Irwan, bukan hanya pemda Sigi tetapi semua stakeholder terkait, TNI-Polri dan lembaga-lembaga yang lainnya.

“Apa yang harus dilakukan? Tentunya pertama, ya ketegasan kita. Apapun yang akan kita lakukan, pembalakan liar ini terus bergerak. Kita tidak bilang disana, di desa A, B, C, tetapi ada oknum-oknum tertentu. Kenapa? Dari hulu ini akan terus bergerak ketika dihilir ini ada yang menyimpan stok distribusi untuk dijual. Disini ada penjual kayu. Dari mana kayu-kayu ini? Yah, kalau dari luar sana berarti menyusahkan juga wilayah Barat. Tapi kalau ini datang dari Sigi, berarti masyarakat di ujung Sigi sana, Kulawi dan lain sebagainya tidak akan mau menjual kayu ketika tidak ada tempat mendorong produksi ini,” kata Irwan.

“Ini juga ada perlu ketegasan. Bahkan Insya Allah saya akan rapat di minggu depan terkait dengan program konservasi. Saya ingin ada ketegasan kita semua. Pihak kepolisian, TNI, kwtika ada masyarakat melakukan pembalakan liar, apapun dia harus kita clearkan.

Sedangkan untuk jangka pendek menghadapi potensi banjir, kata Irwan, kesiapsiagaan masyarakat terkait dengan ini misalnya satu titik ada satgas-satgas yang dibentuk kemarin khususnya di wilayah. Tapi peran mereka belum maksimal makanya peran camat dan kepala desa harus menjaga di jangka pendek ini.

Kemudian, tentu di kawasan-kawasan atas melalui program yang sedang dilakukan sekarang misalnya pembangunan sabo dam. Meski ini sesuangguhnya masuk di program jangka panjang, tetapi ada kegiatan seperti pengerukan seperti di desa Poi. Saat hujan deras, ada beberapa titik saluran air yang harus dibersihkan.

Untuk lahan relokasi bilamana terjadi bencana banjir, Irwan mengatakan sudah membeli lahan seperti di Desa Poi. Masyarakat yang diatas akan dipindahkan.

“Untuk sementara mereka masih di tempat yang masih aman dengan menumpang di keluarga dan di kebun-kebun. Kemarin kita sudah bersama dnegan PUPR, sudah melakukan penyusunan bersama, Insya Allah di bulan ini akan akan dilakukan pengusulan, bulan depan dilakukan kontrak sampai Maret pekerjaan bangunan tersebut. Sehingga masyarakat yang terdampak seperti di Poi ada 150 rumah, Bangga sekitar 341 rumah yang akan mereka tempati nantinya.

Sementara itu Kepala Sub Bidang Kesiapsiagaan BPBD Sulawesi Tengah Ashrafudin mengatakan, sesuai intruksi BNPB mulai Januari hingga Februari potensi curah hujan tinggi.

“Ada instruksi dari BNPB yang disampaikan ke BPBD propinsi untuk kesiapan semua kabupaten untuk menangani ini. Itu ada, ada suratnya. Kita sudah sampaikan ke semua kabupaten, instruksikan untuk siap menangani masalah ini,” katanya.

Untuk penyusunan dokumen kontinjensi, sudah dilakukan pada enam kabupaten yaitu Sigi, Tojo Una-una, Tolitoli, Banggai Kepulauan, Banggai Laut, dan tingkat propinsi. Sedangkan untuk berikutnya direncanakan di Kabupaten Buol tahun ini dan berikutnya Morowali Utara tahun depan. Revisi dokumen kontinjensi bisa dilakukan setiap dua tahun.

Workshop Penyusunan Rencana Kontinjensi ini dihelat NGO Adra dengan menghadirkan narasumber dari berbagai NGO, BPBD Sulaesi Tengah, BPBD Sigi serta staeholder lainnya, berlngsung di aula Dinas Perdagangan dan UMKM Kabupaten Sigi, Desa Kalukubula. (ptr)

News Feed