oleh

Pungut Suara, Pasien Covid Isolasi Mandiri Dilayani Door to Door

Suluhmerdeka.com – Ketua KPU Sulawesi Tengah Tanwir Lamaming mengakui peningkatan angka pasien corona di Sulawesi Tengah berimbas pada penyelenggaraan Pilkada Serentak di daerah ini. KPU akan melakukan door to door untuk memungut suara pasien positif corona terutama bagi yang isolasi mandiri dan dilakukan setelah pukul 12.00.

Berdasarkan data Pusdatina Covid-19 Sulawesi Tengah, per 7 Desember 2020, pasien positif corona di Sulawesi Tengah mencapai 2,197 orang. Angka tertinggi adalah kota Palu sebanyak 249 pasien yang dirawat pada sejumlah rumah sakit serta 150 pasien karantina mandiri. Kabupaten Morowali di urutan kedua sebanyak 240 pasien, 14 dirawat di RSUD Morowali dan 226 isolasi mandiri.

“Semakin banyak pengidap covid apalagi yang memiliki hak pilih itu berarti menjadi tanggungjawab kami untuk memastikan bahwa hak suara mereka menjadi perhatian bagi kami. Tetapi lebih penting lagi adalah diluar kami, dinas terkait dan satuan tugas kami minta juga bekerjasama dengan kami karena kami tidak bisa melakukan sendiri,” kata Tanwir Lamaming saat meninjau gudang logistik KPU Kota Palu, Senin, (7/12).

Tanwir mengatakan, sudah meminta KPU kabupaten/kota untuk melakukan koordinasi dengan instansi terkait untuk memastikan bahwa pelayanan kita ke tempat-tempat dimana isolasi, baik isoloasi secara resmi oleh pemerintah maupun isolasi mandiri itu bisa ketahui, terutama data-datanya.

Disamping itu, kata Tanwir, dia juga mendorong KPU kabupaten/kota bekerjasama dalam melayani pasien-pasien Covid karena mereka juga punya protap. “Tidak mungkin secara langsung KPPS kami menemui penderita itu seperti biasa melayani, memberi surat suara, pasti ada protap dari mereka. Mungkin orang-orang tertentu saja yang bisa berinteraksi dengan mereka sehingga mutlak sangat kami butuhkan bantuan dari satgas atau dinas yang terkait,” ujar Tanwir.

Untuk penyelenggara, Tanwir meminta agar benar-benar menjalankan protokol kesehatan. “Saya kira kalau sudah patuh pakai masker, cuci tangan dan jaga jarak bisa terhindar. Ini sudah resiko kami sebagai penyelnggara,” kata Tanwir. (ptr)

News Feed