oleh

Proses Hukum Helmi Said Tetap Berjalan, Dua DPO Lagi Dalam Pengejaran

Suluhmerdeka.com – Badan Narkotika Nasional (BNN) Sulawesi Tengah saat ini berupaya mengungkap kepemilikan 15 paket narkotika janis sabu yang diamankan dari beberapa tersangka penyalahgunaan natkotika yang melibatkan Helmi Said.

 

Kepala BNN Sulawesi Tengah, Brigjen Pol Sugeng Suprijanto mengatakan, saat ini proses hukum kasus penyalahgunaan narkotika yang menjerat Helmi Said terus berjalan.

Terkait kepemilikan barang bukti 15 paket barang yang diduga sabu, dari beberapa tersangka termasuk Helmi Said belum ada yang mengaku.

“Tetap diproses, 15 paket barang itu masih belum ada yang mengaku barangnya siapa,” sebutnya.

Ia menambahkan, ada dua DPO yang masih dilakukan pengejaran terkait kasus ini. Meskipun dua DPO belum ditangkap, proses hukum akan terus berjalan sesuai dengan aturannya. “Tetap diproses walau DPO yang berjenis kelamin perempuan dan laki-laki ini belum tertangkap,” ujarnya.

Sugeng menjelaskan, sebelumnya Helmi Said ditangkap oleh BNN Sulawesi Tengah pada 5 Oktober 2020 di Kecamatan Tatanga, Kota Palu Sulawesi Tengah.

Sebelum dilakukan penangkapan, Helmi Said sudah ditetapkan sebagai DPO oleh BNN Sulawesi Utara. “Sebelum penangkapan, ternyata Sulut sudah tetapkan sebagai DPO dan kita pun bantu nyari juga,” tuturnya.

Ia menambahkan saat ini Sulawesi Tengah masuk peringkat ke 4 penyalahgunaan narkotika di Indonesia. Itu artinya, perlu kerjasama kepolisan dan masyarakat untuk mengungkap kasus penyalahgunaan narkotika. “Kian meningkat sehingga perlu ada kerjasama untuk memberantas penyalahgunaan narkotika ini. Informasi dari masyarakat sangat membantu pihak kepolisian untuk mengungkap kasus penyalahgunaan narkotika ini,” jelasnya. (Lia)

News Feed