oleh

Potret Kegiatan Napi Perempuan di Balik Jeruji Besi

SuluhMerdeka.com – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) merupakan tempat pembinaan terhadap warga binaan atau narapidana yang sedang menjalani masa tahanan. Keberadaannya sebagai tempat pembinaan mantan pelaku kejahatan membuat lapas kerap dianggap oleh sebagian orang sebagai tempat yang menyeramkan.

Tapi hal itu tidak seperti yang kalian bayangkan.

Meskipun dibalik jeruji besi, sejumlah warga binaan tetap bisa mengasah kreativitasnya, bahkan hak haknya pun dipenuhi.

Hal itu Seperti yang ada di Lembaga pemasyarakatan perempuan Kelas III Palu, yang ada di Desa Watubula, Kabupaten Sigi. ada sejumlah ragam kegiatan yang diikuti oleh warga binaan saat menjalani masa hukuman. Jeruji besi tak menghalangi ruang gerak mereka.

Untuk menghilangkan rasa jenuh, sejumlah narapidana ini mengikuti pembinaan yang dilakukan oleh pihak Lapas perempuan. Ada 130 warga binaan yang Kini menjalani masa hukuman. Dari jumlah itu, mereka diberi kesempatan mengikuti kegiatan kemandirian demgan jadwal kerja setia harinya, sesuai dengan keahlian masing masing.

Berikut sejumlah giat pembinaan yang diikuti oleh warga binaan.

*Tata Boga*

Tata Boga adalah salah satu kegiatan yang dijalankan setiap hari. pembinaan ini diikuti oleh sejumlah Narapidana perempuan dengan membuat kue dan beberapa jenis makanan yang di konsumsi di Lapas perempuan Palu. Selain didalam, hasilnya juga dipasarkan di luar lapas.

*Laundri*

Selain tata boga, juga ada laundri. Siapa yang bisa menduga kalau laundri ada di dalam lapas. Selain menerima pakaian sejumlah pegawai lapas untuk di cuci, laundri Lapas perempuan Palu juga menerima pakaian dari luar Lapas.

*Salon kecantikan*

Untuk mengasah keterampilan dalam kecantikan, di dalam lapas juga di sediakan salon kecantikan, yang diurusi oleh sejumlah Narapidana. Dalam Salom kecantikan ini siapa saja, baik dari pegawai hingga warga binaan bisa mempercantik dirinya.

*Menjahit*

Awalnya, pembinaan menjahit ini hanya menerima permak pakaian dan jahitan lainnya. Namun saat ini di dalam lapas palu tengah memproduksi Mukenah yang dihasilkan dari tangan kreatif warga binaan. Selain itu, di masa Pandemi COVID-19, warga binaan di Lapas Perempuan Palu juga memproduksi masker yang saat ini sudah dibagikan di dalam maupun luar Lapas Perempuan Palu.

*Perikanan, Peternakan dan Pertanian*

Di Lapas Perempuan Palu para warga binaan juga diberi tugas untuk merawat benih ikan, ternak, tanaman buah dan sayuran. Hasilnya untuk dikonsumsi oleh para narapidana di Lapas Perempuan Palu. Kalau hasilnya banyak, maka akan dipasarkan ke luar lapas.

Kepala Lapas Perempuan Palu, Lyza Zastavary mengungkapkan warga binaan diberikan kesempatan mengikuti kegiatan kemandirian dan diberikan jadwal kerja setiap hari sesuai dengan keahliannya, tujuannya tidak lain adalah pemenuhan hak.

“Kita buat kaum mereka yang ada di La Puan Palu menjadi nyaman dan tidak stres sampai masa hukuman mereka berakhir,” jelasnya.

Tidak hanya itu di Lapas Perempuan Palu ini juga disediakan sejumlah fasilitas untuk kebutuhan warga binaan. Seperti wartel yang digunakan warga binaan untuk menghubungi keluarganya. Hal ini dilakukan untuk menghindari peredaran narkotika di dalam lapas dan komunikasi para warga binaan melalui telepon standar ini akan terpantau oleh petugas jaga. Koperasi, untuk memenuhi kebutuhan warga binaan jika kiriman keluarga belum datang, serta Poliklinik dengan tujuan untuk pemenuhan jaminan kesehatan bagi warga binaan. Selain memiliki peralatan kesehatan yang lengkap, tentunya disediakan juga pegawai yang memiliki keahlian dibidang kesehatan. Pemeriksaan kesehatan di poliklinik ini gratis.

“Tidak hanya itu, kami sediakan juga hiburan sesuai hobi mereka seperti bidang olahraga. Ada juga kantin dan fasilitas lainnya agar hak-hak mereka tetap terpenuhi meskipun ada dalam tahanan,” jelas Lyza. (Ran)

News Feed