oleh

Perubahan APBD 2020 Disetujui, Badan Anggaran Sampaikan 17 Saran ke Eksekutif

SuluhMerdeka.com – Rapat Paripurna DPRD Sulteng dengan agenda persetjuan penetapan Perubahan APBD tahun anggaran 2020 dilaksanakan pada tanggal 6 Oktober 2020. Rapat Paripurna dipimpin Ketua DPRD Nilam Sari Lawira secara virtual.

 

Selain melalui virtual sebahagian kecil anggota DPRD memilih datang secara fisik di ruang sidang DPRD bersama beberapa staf DPRD dan Sekretaris DPRD, sementara eksekutif memilih mengikuti rapat paripurna tersebut secara virtual. Gubernur Sulteng juga mengikuti rapat paripurna tersebut melalui daring bersama Zamzulmida Aladin wakil ketua II DPRD Sulteng.

 

Dalam rapat paripurna tersebut DPRD Sulteng melalui Badan Anggaran menyampaikan 17 saran dalam penetapan APBD yang harus menjadi perhatian pemerintah daerah. Badan Anggaran antara lain menyarankan agar dilakukan rasionalisasi anggaran terhadap program dan kegiatan yang belum memdesak seperti pembangunan gedung, Badan Anggaran juga meminta perhatian serius terhadap pembangunan kolam renang di lokasi eks STQ bukit Jabal Rahmah Palu.

 

Wakil Ketua DPRD Sulteng Muharram  Nurdin satu-satunya pimpinan DPRD yang hadir secara fisik di ruang sidang DPRD mengatakan salah satu alasan dilakukannya Perubahan APBD tahun anggaran 2020 adalah terjadinya bencana non alam atau kita kenal dengan nama covid 19.

 

“Keadaan terdebut memaksa sejumlah asumsi yang ditetapkan dalam APBD tahun anggaran 2020 memgalami perubahan. Pemerintah terpaksa harus melakukan refocussing APBD, termasuk melakukan rasionalisasi terhadap target penerimaan APBD,” ungkap Muharram Nurdin kepada wartawan usai mengikuti rapat paripurna terdebut.

 

Pada kesempatan yang sama Gubernur Sulawesi Tengah memyampaikan apresiasi yang tinggi dan ucapan terima kasih kepada DPRD Sulteng yang telah menyetujui penetapan Perubahan APBD tahun anggaran 2020.

 

“Beberapa catatan penting yang diharis bawahi oleh Dewan yang terhormat dalam proses pembahasan antara Banggar DPRD dan Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) sampai pada sidang paripurna Dewan yang terhormat ini, akan menjadi perhatian serius bagi pihak eksekutif dalam peningkatan dan penyempurnaan pengelolaan keuangan daerah,” tandas Longki Djanggola dalam pidato pendapat akhir kepala daerah.

 

Dengan ditetapkan Perubuhan APBD tahun anggaran 2020, maka komposisi APBD tahun 2020 menjadi Pendapatan Daerah Rp.4.090.060.437.791,95. berkurang Rp.178.754.114.457,05. dari anggaran semula Rp.4.267.855.622.259., Belanja Daerah menjadi Rp.4.520.000.093.591,55. berkurang Rp.75.326.293.667,45. dari anggaran semula Rp.4.594.376.457.259. Pembiayaan Netto Rp.429.939.655.799,60. (*/ptr)

News Feed