oleh

Penggunaan Frekuensi Tanpa Izin Dapat Menimbulkan Gangguan Sinyal

Suluhmerdeka.com – Penggunaan spektrum frekuensi di Indonesia khususnya Sulawesi Tengah belum sepenuhnya tertib. Masih ada pihak yang menggunakan frekuensi tanpa mengantongi izin resmi pemerintah.

Hal itu terjadi akibat masih rendahnya kesadaran pengguna frekuensi untuk mengurus perizinan. Padahal, penggunaan frekuensi tanpa izin dapat menimbulkan gangguan sinyal terhadap sistem navigasi penerbangan, siaran televisi, dan radio.

pada ketentuan dalam Pasal 33 ayat (1) Undang-Undang Nomor 36 Tahun 1999 tentang Telekomunikasi
(“UU Telekomunikasi”) yang berbunyi:

Penggunaan spektrum frekuensi radio dan orbit satelit wajib mendapatkan izin Pemerintah.

Ketua Radio Antar Penduduk Indonedia (RAPI) Abdul Raaf mengatakan pihak Rapi dalam hal ini mengupayakan untuk bersinergi terkait dengan pengawasan dan pembinaan frekuensi radio. melalui teguran dalam bentuk lisan dan tertulis terhadap penguna frekuensi yang sering melakukan pelanggaran.

“Bentuk pelanggrannya berupa doubling signal, pemutaran lagu yang cukup lama dalam satu frekuensi, akan di kenakan sanksi berupa teguran,” kata Abdul Raaf, Rabu.

Kepala Kominfo Balai Monitor Spektrum Frekuensi Radio Klas II Palu Latuse ST, M.Si mengatakan berharap bisa bersinergi bekerjasama dengan Orari daerah dan RAPI daerah khusunya Sulawesi Tengah.

Kedepannya untuk saling support, bersinergi untuk melakukan pengawasan dan pembinaan terhadap pengguna frekuensi KRAP, maupun Amatir radio untuk sama sama menciptakan frekuensi yang tertib sesuai dengan ketentuan yang berlaku. (Dian)

News Feed