oleh

KPU Sulteng Sebut Wenny Bukamo Tetap Ikut di Pilkada Banggai Laut Meski Kena OTT KPK

Suluhmerdeka.com – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan Operasi Tangkap Tangan (OTT) terhadap petahana Bupati Banggai Laut, Wenny Bukamo, Kamis siang, 3 Desember 2020.

Wenny Bukamo kembali maju di Pilkada Serentak 2020 berpasangan dengan Ridaya Laode Ngkowe. Pasangan itu diusung Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) dan Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) dan Perindo.

Ketua KPU Sulawesi Tengah, Tanwir Lamaming mengatakan berdasarkan Peraturan KPU No 1 tahun 2020 tentang Pencalonan Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur, Bupati dan Wakil Bupati dan atau Walikota dan Wakil Walikota, maka yang bersangkutan masih tetap bisa mengikuti pemilihan kepala daerah.

“Sejauh ini tidak ada ketentuan yang mengatur seseorang kandidat yang tertangkap tangan itu tidak bisa diikutkan atau didiskualifikasi dalam pilkada,” kata Tanwir Lamaming, Kamis petang, 3 Desember 2020, di ruang kerjanya.

Menurut Tanwir, mengacu pada PKPU tentang pencalonan kepala daerah, ada tiga poin di Pasal 90. Hanya saja pada poin-poin di pasal tersebut, semuanya mengacu bilamana sudah berkekuatan hukum tetap atau sudah melalui proses pengadilan.

Pada Pasal 90 ayat (1) berbunyi: Pasangan Calon dikarenakan sanksi pembatalan sebagai peserta Pemilihan oleh KPU Provinsi/KIP Aceh dan atau KPU/KIP Kabupaten/Kota, apabila:

  1. Pasangan Calon dan/atau Tim Kampanye terbukti menjanjikan dan/atau memberikan uang atau materi lainnya untuk memengaruhi pemilih berdasarkan putusan pengadilan yang telah mempunyai kekuatan hukum tetap, sebelum hari pemungutan suara;
  2. Pasangan Calon terbukti melakukan tindak pidana kejahatan yang diancam pidana penjara paling singkat 5 (lima) tahun atau lebih berdasarkan putusan pengadilan yang telah mempunyai kekuatan hukum tetap, sebelum hari pemungutan suara;
  3. Pasangan Calon terbukti menerima dan/atau memberikan imbalan dalam proses pencalonan berdasarkan putusan pengadilan yang telah mempunyai kekuatan hukum tetap.

 

KPK menemukan uang yang diduga terkait suap yang menjerat Bupati Banggai Laut, Sulawesi Tengah (Sulteng), Wenny Bukamo. KPK menduga Wenny menerima suap untuk kepentingan kampanye pemenangan pilkada.

“Barang bukti yang didapat sementara 2 kardus berisi uang sejumlah lebih dari Rp 1 miliar,” ucap sumber detikcom, Kamis (3/12/2020).

Penangkapan itu dilakukan hari ini sekitar pukul 12.30 WIB. Berdasarkan sumber detikcom, Wenny ditangkap bersama tim pemenangannya untuk pilkada. Wenny diketahui maju lagi dalam pilkada untuk periode kedua bersama Ridaya La Ode Ngkowe.

“Dugaan suap bupati meminta sejumlah uang dari para kontraktor yang digunakan untuk kepentingan kampanye pemenangan,” kata sumber detikcom.

OTT itu sebelumnya juga sudah dikonfirmasi Wakil Ketua KPK Nurul Ghufron. Dia meminta semua pihak bersabar menunggu kerja KPK di lapangan tuntas.

“Betul,” kata Ghufron.

Mereka yang ditangkap KPK masih berstatus sebagai terperiksa. KPK memiliki waktu 1×24 jam untuk menentukan status mereka. (ptr/*)

News Feed