oleh

Irjen Fadil Imran Berpeluang Gantikan Idham Azis Sebagai Kapolri

SuluhMerdeka.com – Jabatan Kepala Kepolisian RI (Kapolri) kembali akan bergulir. Masa bakti Kapolri Jenderal Idham Azis akan berakhir pada 25 Januari mendatang. Sejumlah nama digadang-gadang menjadi calon pemegang tongkat komando Polri menggantikan Jenderal Idham Azis.

Spekulasi pengganti kepala kepolisian pun mengerucut ke sejumlah Pejabat Tinggi (Pati), dari pangkat Komjen hingga Irjen. Salah satunya Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Fadil Imran.

Pengamat Kepolisian Bambang Rukminto mengatakan, jenderal bintang dua seperti Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Fadil Imran masih memiliki peluang untuk turut andil dalam persaingan di bursa calon kapolri. Walaupun saat ini, sejumlah nama yang beredar sebagai calon kapolri adalah jenderal bintang 3.

“Peluang selalu ada mas karena Presiden Jokowi ini tak bisa ditebak maunya,” kata dia saat dihubungi Liputan6.com, Kamis (7/1/2021).

Meski ada peluang, Bambang menyebut peluang itu kecil kalau melihat masalah senioritas di tubuh Polri. Menurut dia, tidak ada urgensinya untuk memotong generasi dengan mengangkat jenderal junior sebagai pucuk pimpinan tertinggi. Dia khawatir kalau itu terjadi justru akan membuat internal Polri bergejolak.

“Karena akan memunculkan resistensi di internal oleh seniornya. Dan ini butuh energi dan waktu yang tak sedikit untuk mengonsolidasikan. Lebih baik energi itu digunakan untuk pembenahan internal, membangun organisasi Polri modern di masa depan,” jelas Bambang.

Bambang menyarankan agar seleksi calon Kapolri diperketat “Misalnya rekam jejak jabatan dua kali Kapolda, pendidikan harus Sespimti, prestasi, senioritas, pengalaman di berbagai bidang, itu yang harus jadi perhatian,” kata dia.

Profil Fadil Imran
Fadil Imran adalah Lulusan Akademi Kepolisian (Akpol) 1991. Dia sudah malang melintang di wilayah hukum Polda Metro dengan sejumlah jabatan strategis yang pernah diduduki. Salah satunya menjabat Direktur Ditreskrimsus Polda Metro Jaya.

Dari sana, tak sedikit kasus hukum yang berhasil dibongkarnya. Namun, yang paling menyita perhatian publik adalah kasus chat seks Pimpinan Front Pembela Islam (FPI) Rizieq Shihab dengan Ketua Yayasan Solidaritas Sahabat Cendana, Firza Husein.

Ketika itu, Fadil Imran yang memegang tongkat kendali Ditreskrimsus Polda Metro Jaya menetapkan Firza Husein dan Rizieq Syihab sebagai tersangka.

Prestasi lain yang pernah melambungkan nama Irjen Fadil Imran adalah penangkapan Hercules, mantan preman Tanah Abang pada 2013 silam. Saat itu, dia menjabat sebagai Kapolres Metro Jakarta Barat.

“Kasus pencucian uang dengan kekerasan, mulai dari 2006-2012. Hari ini akan diadakan penangkapan Hercules dan anak buahnya,” ujar Kasat Reskrim Polres Jakbar AKBP Hengki Haryadi.

Sepak terjang pria kelahiran Makassar, 14 Agustus 1968 ini, tak hanya berhenti sampai di situ. Dia pernah membongkar aktivitas kelompok Muslim Cyber Army (MCA) yang dituding menyebarkan ujaran kebencian dan hoaks pada 2017. Pada saat itu Fadil menduduki kursi Dirtipid Siber Bareskrim Polri.(Merdeka.com)

 

News Feed