oleh

Bukan Menyampaikan Tuntutan, Mahasiswa di Palu Malah Tinggalkan Pertemuan di DPRD Sulteng

SuluhMerdeka.com – Setelah menyampaikan aspirasi berjam-jam, sebanyak 15 mahasiswa perwakilan dari kampus di Kota Palu akhirnya diizinkan masuk ke Kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sulawesi Tengah.

Sayangnya, bukannya menyampaikan tuntutan, 15 mahasiswa ini justeru sepakat keluar dari rapat pertemuan dengan anggota DPRD.
Alhasil, aksi yang ke dua tuntutan penolakan Omnibus Low ini tak membuahkan hasil.

Mahasiswa perwakilan diterima langsung Ketua Komisi 4, Alimuddin Paada, Ketua Komisi 1, Sri Indraningsi Lalusu Ketua Komisi 3, Sonny Tandra, Fraksi PDIP, I Nyoman Slamet Fraksi PDIP dan Fraksi PKS, Wiwiek Jamiatul.

Dalam keterangannya, Ketua Komisi 4, Alimuddin Paada mengatakan secara tertulis tuntutan mahasiswa sudah disampaikan kepada DPRD. Namun selama kurang lebih satu jam pertemuan di ruang rapat, 15 mahasiswa perwakilan kampus di Kota Palu ini justeru tidak menyampaikan tuntutan. “Dari hasil negosiasi dengan kepolisian kita akan terima mahasiswa dengan tuntutan yang akan disampaikan tapi yang terjadi berbeda,” sebutnya Senin (12/10).

Bukannya menyampaikan tuntutan, mahasiswa perwakilan malah memaksa kepolisian untuk membuka barikade dan membiarkan demonstran ada di depan kantor DPRD.

Hal ini tentunya tidak diizinkan pihak kepolisian dengan alasan keamanan.

“Mengingat aksi aksi yang terjadi Kamis (8/10) lalu maka pihak kepolisian mengantisipasi karena sebelumnya begitu juga. Minta izin masuk tapi malah terjadi hal-hal yang tidak diinginkan,” jelasnya.

Terkait dengan tuntutan mahasiswa kedua ini, Alimuddin mengatakan akan menyampaikan ke DPR RI jika tuntutannya disampaikan dengan jelas. “Menurut saya sampai akhir pertemuan mereka tidak menuntut apa-apa, hanya tertulis tidak secara resmi,” sebutnya. (Lia)

News Feed