oleh

AHY Sebut Memaafkan Kubu KLB Moeldoko Tapi Tidak Melupakan Kejadiannya

SuluhMerdeka.com – Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menyatakan membuka pintu partai demokrat untuk mantan kader yang terlibat kongres luar biasa (KLB) di kubu Moeldoko. AHY juga menyatakan sudah memaafkan mantan kadernya itu namun dia mengaku tidak melupakan perbuatan mereka.

Pernyataan AHY itu dilontarkan usai melakukan safari ramadhan di Kota Palu Sulawesi Tengah, Senin 26 april 2021.

AHY mengatakan, dia selaku ketua umum Partai Demokrat sudah membuka pintu maaf serta menunggu pengakuan bersalah dari para mantan kader demokrat yang terlibat KLB Sibolangit. Namun hingga kini kubu KLB versi Moeldoko itu sama sekali tidak merasa bersalah dan bersikukuh tidak mau meminta maaf.

“Saya membuka pintu kepada mereka serta menunggu permohonan maaf mereka. Tapi jangan minta maaf, mengaku bersalah saja tidak. Saya memaafkan tapi tidak melupakan, forgive but not forget,” kata AHY didampigi Ketua DPD Demokrat Sulteng Anwar Hafid di Hotel Santika Palu.

AHY sendiri berada di Palu dalam rangkaian safari ramadhan serta melakukan konsolidasi politik dengan seluruh DPD di Sulawesi Tengah.

AHY juga meminta dukungan para ulama di Sulawesi Tengah dengan berziarah di makam pendiri Alkhairaat, Habib Sayid Idrus Bin Salim Aljufri, serta melakukan pertemuan dengan Ketua Utama Alkhairaat Habib Sayyid Saggaf Aljufri, dan mengikuti buka puasa bersama sejumkah ulama dan tokoh agama di Kota Palu.

“Ulama dan umarah harus dekat, harus bersatu menyelesaikan masalah yang dihadapi bangsa,” ucap Agus Harimurti Yudhoyono di Palu.

Agus Harimurti Yudhoyono bersama rombongan DPP Demokrat buka puasa bersama para tokoh agama Sulawesi Tengah (Sulteng), untuk menjaring masukan dan nasehat para tokoh agama, di Palu, Senin.

Demokrat menghadirkan para tokoh agama dari 12 kabupaten dan satu kota di Sulteng, dalam buka puasa bersama itu. Selain itu, juga hadir Ketua MUI Palu Prof KH Zainal Abidin MAg, Sekretaris MUI Provinsi Sulteng Sofyan Bachmid, Pengurus Besar Alkhairaat Habib Hasan Alhabsyi, Pengurus NU Provinsi Sulteng KH Abdullah Latopada, pengurus Muhammadiyah Sulteng.

“Ini kedatangan saya yang ketiga kalinya di Sulteng. Kami ingin dekat dengan para ulama, para tokoh agama dari semua agama,” kata Agus.

Di hadapan para tokoh agama, Agus menyampaikan pesan Susilo Bambang Yudhoyono bahwa ulama dan umarah harus dekat dan bersatu.

Kata dia, ulama dan umarah harus dekat dari sisi emosional dan pikiran. Hal itu agar dapat menyatukan persepsi dan langkah dalam membangun bangsa.

“Karena masalah dalam negara ini sangat kompleks yang membutuhkan pikiran dari ulama, untuk menghadirkan solusi terhadap persoalan-persoalan yang dihadapi bangsa,” ujarnya.

Maka, ujarnya, perlu bersinergi antara tokoh agama, ulama dan para pemimpin menjadi hal yang sangat penting.

Kunjungan Agus Yudhoyono ke Sulteng merupakan rangkaian kegiatan bertajuk safari Ramadhan. Sebelum ke Palu, Agus bersama rombongan telah melakukan safari di Aceh dan Kalimantan. Dari Palu, Agus akan melanjutkan perjalanan safari Ramdhan ke Kupang di NTT dan Lombok di NTB.

“Ini adalah bagian dari perjalanan kami, kami bersama rombongan yang tidak banyak ini. Untuk menyapa masyarakat, para tokoh agama,” ujarnya.

Dalam buka puasa bersama itu, Agus juga menyerahkan santunan secara simbolis kepada sembilan panti asuhan di wilayah Sulteng.(KabarSelebes.id/Merdeka.com)

 

News Feed