Daerah

Resmikan Klinik Tshabina, BKKBN Apresiasi Peran Faskes Swasta

5
×

Resmikan Klinik Tshabina, BKKBN Apresiasi Peran Faskes Swasta

Sebarkan artikel ini

TOLITOLI, Suluh Merdeka — Upaya memperluas akses pelayanan kesehatan dan program Keluarga Berencana (KB) di wilayah pedesaan Kabupaten Tolitoli terus diperkuat. Hal ini ditandai dengan peresmian operasional Klinik Tshabina yang berlokasi di Desa Aung, Kecamatan Galang.

Peresmian tersebut dilakukan Kepala Kemendukbangga/BKKBN Perwakilan Provinsi Sulawesi Tengah, Nuryamin, S.STP., didampingi Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP2KB) Kabupaten Tolitoli, Yustiyanto Bantilan, S.Kom., M.Si., bersama tim kerja Kemendukbangga/BKKBN Provinsi Sulawesi Tengah dan jajaran Dinas P2KB Kabupaten Tolitoli.

Kehadiran Klinik Tshabina diharapkan menjadi salah satu langkah strategis dalam mendekatkan akses pelayanan kesehatan kepada masyarakat, khususnya pelayanan kesehatan reproduksi dan program KB berkualitas di tingkat desa.

Dalam sambutannya, Nuryamin menyampaikan apresiasi atas inisiatif dan komitmen Klinik Tshabina yang turut mengambil bagian dalam mendukung peningkatan pelayanan kesehatan masyarakat.

Menurutnya, keterlibatan fasilitas kesehatan (faskes) swasta memiliki peran penting dalam memperluas jangkauan pelayanan KB, termasuk pelayanan Metode Kontrasepsi Jangka Panjang (MKJP) seperti implan dan IUD.

“Kehadiran Klinik Tshabina di Desa Aung ini merupakan bentuk nyata sinergi antara pemerintah dan fasilitas kesehatan swasta. Kami sangat mengapresiasi inisiatif ini karena keberadaan klinik akan sangat membantu mendekatkan jangkauan pelayanan kesehatan reproduksi dan program KB berkualitas bagi masyarakat di tingkat desa,” ujar Nuryamin.

Ia berharap, keberadaan fasilitas kesehatan swasta seperti Klinik Tshabina dapat terus memperkuat kemitraan dengan pemerintah dalam meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan serta mendukung keberhasilan program pembangunan keluarga.

Sementara itu, Kepala Dinas P2KB Kabupaten Tolitoli, Yustiyanto Bantilan, S.Kom., M.Si., dalam sambutannya menegaskan bahwa peningkatan kualitas hidup masyarakat sangat ditentukan oleh ketersediaan dan kemudahan akses terhadap pelayanan kesehatan dasar serta pelayanan Keluarga Berencana yang merata dan berkualitas.

Menurutnya, fasilitas kesehatan tidak sekadar menjadi sarana fisik berupa bangunan, tetapi merupakan bagian penting dari upaya pemerintah dalam menjamin kesehatan ibu, anak, dan seluruh anggota keluarga.

Ia juga menekankan bahwa peresmian Klinik Tshabina menjadi wujud komitmen bersama untuk semakin mendekatkan pelayanan kesehatan reproduksi dan KB kepada masyarakat.

Melalui fasilitas tersebut, diharapkan masyarakat dapat memperoleh pelayanan terpadu, mulai dari pelayanan kontrasepsi, konseling kesehatan reproduksi, kesehatan ibu dan anak (KIA), hingga pendampingan gizi keluarga.

Yustiyanto berharap, Klinik Tshabina dapat membangun kolaborasi berkelanjutan dengan BKKBN dan Pemerintah Kabupaten Tolitoli, terutama dalam meningkatkan cakupan kepesertaan KB aktif, memperluas pelayanan MKJP, serta mendukung percepatan penurunan angka stunting.

Peresmian tersebut turut disambut hangat oleh pemilik Klinik Tshabina, dr. Mujahid, MBBS., CLMA., bersama jajaran tenaga medis dan masyarakat setempat.

Dalam kesempatan itu, dr. Mujahid menyampaikan terima kasih dan apresiasi atas kunjungan serta dukungan Kepala Kemendukbangga/BKKBN Perwakilan Provinsi Sulawesi Tengah dan Kepala Dinas P2KB Kabupaten Tolitoli beserta rombongan.

“Kami sangat berterima kasih dan merasa terhormat atas kehadiran Bapak Kepala BKKBN Sulteng dan Bapak Kadis P2KB Tolitoli beserta rombongan. Kunjungan ini menjadi motivasi besar bagi kami untuk terus memberikan pelayanan kesehatan terbaik, aman, dan profesional, serta siap berkolaborasi penuh mendukung program-program pembangunan keluarga di Kabupaten Tolitoli,” ungkap dr. Mujahid.

Dengan diresmikannya Klinik Tshabina, diharapkan masyarakat Desa Aung dan wilayah Kecamatan Galang tidak lagi mengalami kesulitan dalam menjangkau pelayanan kesehatan dan program Keluarga Berencana.

Lebih dari itu, kehadiran klinik ini diharapkan menjadi bagian dari penguatan kemitraan antara pemerintah dan sektor swasta dalam mewujudkan pelayanan kesehatan yang semakin dekat, merata, berkualitas, serta mendukung terwujudnya keluarga sehat dan sejahtera di Kabupaten Tolitoli.(*)