TOLITOLI, SuluhMerdeka — Keluhan masyarakat terhadap layanan perbankan di Bank Sulteng khususnya Tolitoli kembali mencuat. Masalah reserve error yang berulang dan dinilai tak kunjung dibenahi disebut telah merugikan banyak nasabah, terutama mereka yang sedang membutuhkan dana untuk keperluan mendesak.
Sejumlah nasabah mengaku kecewa karena dana mereka tertahan selama berhari-hari, bahkan hingga satu sampai dua minggu akibat gangguan tersebut. Kondisi itu dinilai sangat meresahkan karena terjadi tanpa kepastian penyelesaian yang cepat dari pihak bank.
“Kalau hanya sekali mungkin masih bisa dimaklumi. Tapi ini sudah terlalu sering terjadi dan seolah dianggap hal biasa. Padahal masyarakat sangat dirugikan,” ungkap salah seorang nasabah di Kabupaten Tolitoli.
Keluhan serupa juga disampaikan Ermawati, salah satu nasabah yang mengaku menjadi korban reserve error. Ia mengatakan uang miliknya sempat tertahan saat dirinya sedang membutuhkan dana untuk kebutuhan mendesak. Karena kebutuhan yang tidak bisa ditunda, Ermawati terpaksa meminjam uang dari pihak lain dengan bunga sambil menunggu proses pengembalian dana oleh pihak bank.
“Uang itu sangat saya butuhkan saat itu. Karena belum juga dikembalikan, saya terpaksa mencari pinjaman berbunga untuk menutupi kebutuhan mendesak,” tuturnya.

Ermawati juga menuturkan, pada bank berbeda ia juga memiliki rekening, namun tidak pernah mengalami kejadian transaksi seperti ini.
“ di bank lain saya juga punya rekening, tapi tidak pernah mengalami masalah begini, sangat mengecewakan,” keluhnya.
Menurut sejumlah warga, persoalan reserve error bukan lagi kasus baru. Keluhan mengenai transaksi gagal namun saldo tetap terpotong, lambatnya proses pengembalian dana, hingga minimnya penjelasan kepada nasabah disebut sudah berulang kali terjadi.
Ironisnya, hingga kini masyarakat menilai belum terlihat langkah serius maupun evaluasi menyeluruh dari manajemen Bank Sulteng untuk memastikan persoalan tersebut tidak terus terulang.
Nasabah berharap pihak bank segera melakukan pembenahan sistem pelayanan dan teknologi perbankan agar masyarakat tidak terus menjadi korban. Selain itu, transparansi dan percepatan penanganan keluhan dinilai penting guna mengembalikan kepercayaan publik.
“Bank itu menyimpan uang masyarakat. Jadi ketika ada gangguan seperti ini jangan dibiarkan terjadi berulang-ulang. Walaupun akhirnya ditangani, tetap saja sangat mengecewakan, cukup mendesak lantas nasabah dipaksa menunggu,” keluh seorang nasabah lainnya.
Masyarakat juga meminta pemerintah daerah selaku pemegang saham turut melakukan evaluasi terhadap kinerja manajemen bank, mengingat persoalan reserve error disebut telah berkali-kali dikeluhkan namun belum menunjukkan perbaikan signifikan.
Sementara itu, Pimpinan Cabang Bank Sulteng Cabang Tolitoli, Machmud Renden, saat dimintai keterangan terkait persoalan tersebut diketahui sedang tidak berada di kantornya. Saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon, ia juga belum bersedia memberikan penjelasan.
“Saya ini masih sibuk, masih di jalan pak, belum bisa memberikan keterangan,” jawabnya singkat.(Rustam)












