BeritaUncategorized

Gema Dakwah Awali Semarak HUT ke 62 Sulawesi Tengah.

3
×

Gema Dakwah Awali Semarak HUT ke 62 Sulawesi Tengah.

Sebarkan artikel ini
GEMA DAKWAH - Tampak Gubernur Sulteng Anwar Hafid saat memberikan sambutan mengawali rangkaian kegiatan HUT Sulteng ke 62 dari mesjid Baitul Khairaat bersama ustadz Hanan Attaki.

PALU, Suluh Merdeka – Ada yang berbeda dalam pembuka rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun ke 62 Sulawesi Tengah tahun ini. Selain dentuman panggung hiburan atau gemerlap seremoni yang lebih dulu digaungkan, namun lantunan doa dan dzikir yang mengalir khusyuk dari pelataran Masjid Baitul Khairaat.

Dari tempat yang paling mulia itu, semangat “Sulteng Nambaso” dititipkan pada langit, dimulai dengan langkah yang sederhana namun sarat makna, bersujud dan bersyukur.

Ribuan jamaah memadati masjid. Mereka datang dari berbagai penjuru, duduk bersisian tanpa sekat, larut dalam suasana religius bertajuk Gema Dakwah Berani Berkah. Di usia yang ke 62 ini, Sulawesi Tengah tidak sekadar merayakan perjalanan panjangnya, tetapi juga meneguhkan kembali fondasi spiritual sebagai pijakan menuju masa depan.

Di tengah keheningan yang menyentuh, suara Hanan Attaki menggema lembut namun menggetarkan. Dengan gaya khasnya yang menyejukkan, ia mengajak jamaah untuk menata hati dan meluruskan niat.

“Setiap langkah besar harus dimulai dari hati yang bersih dan niat yang lurus. Kalau ingin daerah ini diberkahi, maka kita harus memperbaiki hubungan kita dengan Allah,” tuturnya.

Pesan itu seolah menjadi pengingat bahwa pembangunan tidak hanya berbicara tentang infrastruktur, tetapi juga tentang jiwa dan nilai. Di tengah dinamika zaman, Sulawesi Tengah memilih untuk tetap berpijak pada kekuatan spiritual sebagai arah kompasnya.

Gubernur Sulawesi Tengah, Anwar Hafid, dalam sambutannya menegaskan bahwa rangkaian “Semarak Sulteng Nambaso” memang sengaja diawali dari masjid. Bagi pemerintah daerah, ini bukan sekadar simbol, tetapi komitmen bahwa setiap langkah pembangunan harus dilandasi doa dan nilai keimanan.

“Sulawesi Tengah telah melewati banyak fase, tantangan, dan ujian. Di usia ke-62 ini, kita ingin memastikan bahwa arah perjalanan ke depan tetap berada dalam ridha Allah SWT. Karena setiap perjalanan besar selalu dimulai dengan doa,” ujar Anwar Hafid di hadapan jamaah.

Ia juga mengajak seluruh masyarakat untuk menjadikan momentum ini sebagai titik refleksi. Menurutnya, keberhasilan daerah tidak hanya diukur dari pertumbuhan ekonomi, tetapi juga dari kualitas moral dan kebersamaan masyarakatnya.

“Mari kita kuatkan persatuan, kita jaga kebersamaan, dan kita bangun Sulawesi Tengah dengan hati yang bersih. Sulteng Nambaso bukan hanya slogan, tapi cita-cita besar untuk menjadikan daerah ini lebih maju, lebih sejahtera, dan lebih diberkahi,” tambahnya.

Seiring gema doa yang terus berkumandang, suasana terasa semakin syahdu. Wajah-wajah penuh harap menengadah, seolah menitipkan masa depan Sulawesi Tengah pada setiap untaian doa yang terucap.
Dari Masjid Baitul Khairaat, rangkaian panjang perayaan HUT ke-62 ini resmi dimulai. Namun lebih dari sekadar seremoni, momen ini menjadi penegasan bahwa kekuatan sejati sebuah daerah tidak hanya terletak pada pembangunan fisik, melainkan juga pada kekokohan iman dan persatuan warganya.

Dan di hari itu, Senin 13 April 2026 Sulawesi Tengah dengan harapan baru, kembali mengawali langkah besarnya dengan cara paling sederhana bersujud, bersyukur, dan berharap. Karena dari doa, segala kebaikan bermula. Semoga Sulteng semakin maju dan berkembang pesat sesuai ekspektasi. (Rendra)