Berita

Lebaran yang Terhenti oleh Kobaran Api di Jalan Dako Raya Perumnas

0
×

Lebaran yang Terhenti oleh Kobaran Api di Jalan Dako Raya Perumnas

Sebarkan artikel ini
UPAYA PEMADAMAN - Tampak petugas Damkar dibantu warga sekitar saat mengendalikan api yang saat itu semakin membesar.

Laporan : Rendra

TOLITOLI, Suluh Merdeka — Siang itu, Sabtu (21/3), seharusnya menjadi lanjutan hari yang hangat dan penuh sukacita bagi warga Kompleks Perumnas, Kelurahan Baru, di Jalan Dako Raya. Suasana Idul Fitri yang masih terasa kental dengan silaturahmi dan canda keluarga—mendadak terhenti oleh kepulan asap hitam yang membubung tinggi ke langit.

Sekitar kira-kira pukul 11.07 Wita, teriakan “kebakaran!” memecah ketenangan. Warga yang semula berkumpul dalam suasana lebaran sontak berhamburan keluar rumah. Asap tebal terlihat berasal dari sebuah rumah di deretan ketiga dari arah pertigaan Jalan Latimojong Raya rumah yang diketahui dikontrak oleh Sudir dan difungsikan sebagai gudang penyimpanan perabotan dagangan.
Kepanikan tak terhindarkan.

Tanpa menunggu komando, warga berupaya melakukan pemadaman seadanya. Ember-ember air disiramkan, sebagian warga nekat naik ke atap mencoba membongkar bagian rumah demi memutus rambatan api. Namun upaya itu seolah tak berarti di hadapan ganasnya si jago merah.
Cuaca panas siang itu menjadi sekutu api.

Dalam waktu singkat, kobaran meluas, melahap hampir seluruh bangunan gudang, lalu merambat ke rumah dua lantai di sebelahnya. Api bahkan terlihat menjulur keluar dari atap, memperparah situasi di kawasan padat penduduk tersebut.

Di tengah kepanikan, beragam reaksi terlihat. Ada yang terus berusaha memadamkan api dengan alat seadanya, ada pula yang hanya bisa terpaku menyaksikan, bahkan tak sedikit yang sibuk merekam dan menyiarkan langsung peristiwa itu.

MEMUTUS JALUR API – Tim Damkar terus menyemprot air, diantara batas rumah, guna menghambat, agar api tidak menjalar lebih besar

Sekitar 20 menit kemudian, dua unit mobil pemadam kebakaran tiba di lokasi. Sirene mereka seakan membawa harapan di tengah kepungan asap dan api. Petugas dengan sigap melakukan penyemprotan dari sisi depan, sementara selang panjang digelar ke bagian belakang rumah untuk mencegah api menjalar ke puluhan rumah lain yang berhimpitan di kawasan tersebut.

Upaya itu akhirnya membuahkan hasil. Sekitar setengah jam kemudian, kobaran api berhasil dikendalikan setelah tambahan satu unit mobil water cannon milik Polres Tolitoli turut membantu proses pemadaman.
Sukri, warga yang tinggal tepat di belakang lokasi kebakaran, mengaku baru menyadari kejadian tersebut setelah mendengar teriakan warga.

“Saya baru sadar setelah dengar teriakan. Begitu keluar, masih lihat asap hitam dari rumah yang dijadikan gudang. Tidak lama kemudian, api sudah terlihat,” tuturnya.

Dari keterangan warga, sedikitnya empat rumah terdampak dalam peristiwa itu. Dua rumah dilaporkan hangus terbakar, sementara dua lainnya mengalami kerusakan pada bagian atap dan plafon. Rumah-rumah tersebut diketahui milik Rahman Alatas, Mudasir, Sudir, serta satu rumah yang sebelumnya milik almarhum Bernad Tanjoa.

“Rumahnya Pak Rahman memang kosong. Yang sebelah baru dibeli Pak Mudasir, sebelumnya milik almarhum Om Jaka, ada penjahit yang tinggal di situ. Sebelahnya lagi gudang, dan satu lagi dulu milik Novi, anaknya Pak Bernad, ada orangnya tapi nda siapa,” tutur Sukri menjelaskan.

Meski tidak ada laporan korban jiwa, peristiwa ini menyisakan luka mendalam bagi para pemilik rumah dan warga sekitar. Di tengah suasana lebaran yang seharusnya penuh kebahagiaan, mereka justru harus menghadapi kenyataan pahit kehilangan harta benda.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana (BPBD) Tolitoli Ir. Abdullah Haruna.S.Pt menyampaikan bahwa penyebab pasti kebakaran masih dalam penyelidikan Polisi. Namun, berdasarkan keterangan awal, peristiwa tersebut diduga dipicu oleh korsleting listrik.

“Belum bisa dipastikan, Polisi masih menyelidiki, tapi sesuai laporan sementara dan keterangan yang dihimpun, diduga musibah itu akibat arus pendek listrik,” ujarnya.

Ia mengaku telah memerintahkan pihaknya turun lapangan memantau dan melakukan pendataan, guna dijadikan acuan untuk menyalurkan bantuan kepada korban kebakaran.

Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa di balik momen kebahagiaan, musibah bisa datang tanpa aba-aba. Di Jalan Dako Raya siang itu, lebaran bukan hanya tentang silaturahmi tetapi juga tentang kepedulian, gotong royong, dan ketabahan menghadapi cobaan.