TOLITOLI, Suluh Merdeka – Upaya mencegah kerusakan irigasi pertanian di Desa Tinigi, Kecamatan Galang, terus dimaksimalkan. Setelah aliran sungai berubah jalur akibat dampak banjir tahun lalu, Pemerintah Kabupaten Tolitoli melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Tolitoli resmi melakukan normalisasi Sungai Tinigi sebagai langkah mitigasi bencana dan perlindungan lahan persawahan warga.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah Tolitoli, Ir. Abdullah Haruna, S.Pt., mengungkapkan bahwa pekerjaan telah dimulai sejak awal pekan ini.
“Sejak hari Senin (23/2) lalu sudah mulai dikerjakan. Saat ini alat berat sudah bekerja melakukan pengerukan, penimbunan di sejumlah titik yang tergerus, serta pembenahan pada bagian sungai yang mengalami pendangkalan,” jelas Abdullah saat ditemui di kantornya, kemarin.
Menurutnya, penanganan ini merupakan respons cepat atas keluhan masyarakat, khususnya para petani Desa Tinigi yang khawatir fasilitas irigasi persawahan mereka terancam rusak akibat perubahan arus sungai. Jika tidak segera ditangani, kondisi tersebut dikhawatirkan dapat mengganggu distribusi air ke lahan pertanian dan berpotensi menurunkan produktivitas hasil panen.

Abdullah menambahkan, berdasarkan hasil observasi lapangan pascabanjir tahun lalu, kondisi Sungai Tinigi memang sudah mendesak untuk dinormalisasi. Erosi di beberapa titik serta pergeseran alur sungai berpotensi mengancam tanggul dan jaringan irigasi.
“Hasil observasi menunjukkan penanganan sungai ini sangat mendesak. Karena itu kami jadikan sebagai prioritas utama. Alhamdulillah, di awal tahun ini sudah bisa direalisasikan,” terangnya.
Ia juga menyampaikan bahwa realisasi kegiatan tersebut tidak terlepas dari dukungan berbagai pihak, termasuk fasilitasi Wakil Ketua Komisi DPRD Tolitoli yang mendorong ketersediaan anggaran sehingga pekerjaan dapat segera dilaksanakan.
Untuk memastikan pekerjaan berjalan sesuai rencana dan menjawab kebutuhan masyarakat, pihak BPBD bersama pemerintah Kecamatan Galang, Ketua Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Tolitoli, serta perwakilan warga turun langsung ke lokasi beberapa hari lalu. Pertemuan lapangan itu dilakukan untuk menyamakan persepsi terkait titik-titik prioritas yang harus segera ditangani.
Menanggapi hal tersebut Ketua KTNA Tolitoli Taufik.SE menyampaikan apresiasi atas langkah cepat BPBD. Ia menilai normalisasi sungai merupakan solusi strategis untuk menjaga keberlanjutan sektor pertanian di wilayah tersebut.
“Kami memberikan masukan agar pengerukan dilakukan merata di titik-titik rawan dan memperhatikan arah aliran air agar tidak kembali bergeser saat debit meningkat. Kami juga mengapresiasi BPBD yang cepat merespons aspirasi petani. Ini bukti bahwa pemerintah hadir di tengah masyarakat,” ujarnya.
Para petani Desa Tinigi pun menyampaikan rasa terima kasih atas perhatian dan tindakan nyata pemerintah daerah. Mereka mengaku lega karena kekhawatiran terhadap kerusakan irigasi kini mulai teratasi.
“Kami sangat berterima kasih kepada BPBD dan semua pihak yang sudah membantu. Dengan adanya normalisasi ini, kami berharap aliran air kembali lancar dan sawah kami aman. Semoga ke depan pengawasan tetap dilakukan agar sungai tidak kembali berubah jalur,” ungkap salah seorang petani setempat.
Normalisasi Sungai Tinigi diharapkan tidak hanya menjadi solusi jangka pendek, tetapi juga bagian dari upaya berkelanjutan dalam pengurangan risiko bencana di wilayah rawan banjir dan erosi, sekaligus menjaga ketahanan pangan daerah melalui perlindungan infrastruktur pertanian. (Rendra)












