TOLITOLI, Suluh Merdeka – Pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Tolitoli memasuki fase baru pada tahun 2026 dengan penerapan sistem pengawasan yang lebih ketat dan terintegrasi. Langkah ini dilakukan sebagai tindak lanjut dari hasil evaluasi pelaksanaan program pada tahun sebelumnya.
Badan Gizi Nasional (BGN) bersama DPRD Kabupaten Tolitoli memperkuat koordinasi guna memastikan kualitas makanan yang diberikan kepada siswa tetap terjaga, sekaligus meningkatkan akuntabilitas pengelolaan anggaran program tersebut.
Koordinator BGN Tolitoli, Muhammad Fauzi Darmawan, menjelaskan bahwa pengawasan kualitas makanan kini tidak lagi dilakukan secara sederhana. Seluruh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) diwajibkan melakukan pemeriksaan ketat sebelum makanan didistribusikan kepada siswa.
Menurut Fauzi, selain pemeriksaan secara organoleptik seperti mengecek rasa, bau, dan warna makanan, kini juga diterapkan uji laboratorium cepat menggunakan alat rapid test untuk mendeteksi kemungkinan adanya kandungan kimia berbahaya.
“Kami tidak ingin ada kelalaian sedikit pun. Setiap makanan harus melalui proses pemeriksaan sebelum diberikan kepada siswa. Target kami jelas, yaitu zero accident atau tidak ada insiden kesehatan yang dialami siswa akibat makanan yang disajikan,” ujarnya.
Ia menambahkan, sistem pengawasan tersebut merupakan bagian dari standar operasional baru yang diterapkan BGN secara nasional. Pengawasan tidak hanya menyasar kualitas makanan, tetapi juga proses pengolahan di dapur MBG.
Standar kebersihan dapur menjadi perhatian utama, mulai dari sanitasi ruang memasak, penggunaan air bersih, kebersihan peralatan, hingga sistem penyimpanan bahan makanan yang harus mengikuti prosedur keamanan pangan.
Sementara itu, dari sisi legislatif, DPRD Kabupaten Tolitoli juga memperkuat fungsi pengawasan, khususnya pada rantai pasok bahan pangan yang digunakan dalam program MBG.
Anggota Komisi A DPRD Tolitoli, Ir. Rahmat Ali, menyampaikan bahwa pihaknya akan melakukan pemantauan langsung terhadap sumber bahan baku makanan, termasuk di pasar-pasar tradisional.
“Kami akan memastikan bahan makanan seperti ayam, ikan, telur, dan sayuran yang digunakan benar-benar segar dan layak konsumsi sebelum masuk ke dapur MBG,” jelasnya.
Rahmat menegaskan, DPRD telah mengingatkan seluruh pengelola dapur MBG agar tidak mengambil keuntungan berlebihan dengan mengorbankan kualitas makanan yang disajikan kepada siswa.
“Fokus utama program ini adalah pemenuhan standar gizi yang telah ditetapkan pemerintah. Karena itu, kami akan terus melakukan sidak serta memanfaatkan masa reses untuk menyerap aspirasi dari orang tua siswa,” tegasnya.
Ia juga menilai Program MBG memiliki peran strategis dalam meningkatkan kualitas kesehatan anak-anak di Kabupaten Tolitoli. Selain membantu memenuhi kebutuhan gizi siswa, program ini diharapkan dapat mendukung peningkatan konsentrasi belajar di sekolah serta menjadi salah satu upaya pencegahan stunting.
Di sisi lain, BGN juga memastikan pengelolaan anggaran program dilakukan secara transparan dan akuntabel melalui sistem pengawasan digital.
Fauzi menjelaskan bahwa seluruh proses pencairan dana kini menggunakan sistem Maker Approver, yang memungkinkan pengawasan secara real time oleh BGN pusat.
“Dengan sistem ini, setiap transaksi dapat dipantau secara langsung sehingga potensi penyimpangan anggaran dapat diminimalkan,” katanya.
Ia juga menegaskan bahwa dana yang tidak terpakai, misalnya saat distribusi makanan tidak dilakukan karena siswa sedang libur sekolah, tidak akan mengendap di pihak ketiga.
“Dana tetap berada dalam virtual account dan secara otomatis akan ditarik kembali ke kas negara pada akhir periode. Jadi tidak ada ruang untuk penyalahgunaan anggaran,” jelas Fauzi.
Sebagai bentuk transparansi, BGN juga membuka mekanisme pengaduan bagi masyarakat apabila ditemukan indikasi pelanggaran dalam pelaksanaan program MBG di lapangan. Orang tua siswa, pihak sekolah, maupun masyarakat umum diharapkan dapat turut berperan aktif dalam melakukan pengawasan.
Dengan sistem pengawasan yang semakin ketat, pemerintah berharap Program Makan Bergizi Gratis di Kabupaten Tolitoli dapat berjalan lebih optimal serta memberikan manfaat nyata bagi kesehatan dan perkembangan anak-anak.
Program ini juga diharapkan menjadi salah satu langkah strategis pemerintah dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia sejak usia sekolah, sekaligus menciptakan generasi muda yang lebih sehat, cerdas, dan produktif di masa depan.(Rendra)












