TOLITOLI, SULUH MEREKA — Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Tolitoli terus menggencarkan upaya peningkatan kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi potensi bencana seluruh diwilayah Kabupaten Tolitoli
Setelah beberapa hari lalu berhasil membentuk dan mengukuhkan Kelompok Masyarakat Peduli Bencana (KMPB) Desa Tambun, Selasa (22/10) kemarin, BPBD kembali mengukuhkan KMPB Desa Kinopasan kecamatan Galang.
Sebanyak 30 relawan resmi dikukuhkan sebagai anggota KMPB Desa Kinopasan. Para relawan ini berasal dari berbagai elemen masyarakat, mulai dari perangkat desa, Babinsa, Bhabinkamtibmas, tokoh masyarakat dan agama, karang taruna, hingga tenaga medis.
Kegiatan berlangsung di aula desa setempat dan dihadiri langsung oleh Kepala BPBD Kabupaten Tolitoli, Ir. Abdullah Haruna, S.Pt bersama tim teknis BPBD, aparat Kecamatan Galang, serta warga Desa Kinopasan yang antusias mengikuti rangkaian acara.
Dalam sambutannya, Abdullah menegaskan bahwa pembentukan KMPB merupakan bagian dari strategi membangun sistem penanggulangan bencana berbasis masyarakat. Ia menekankan bahwa masyarakat merupakan pihak pertama yang akan terdampak saat bencana terjadi, sehingga kesiapsiagaan di tingkat desa sangat penting.
“Relawan KMPB adalah kelompok masyarakat sukarela yang bertugas dalam penanggulangan bencana — sebelum, saat, dan setelah bencana terjadi. Mereka berperan dalam upaya mitigasi, kesiapsiagaan, serta menjalin koordinasi dengan instansi terkait agar penanganan bencana dapat dilakukan secara cepat dan efektif,” jelas Abdullah.
Ia juga menjabarkan tiga peran utama KMPB, diantaranya, pertama Pra-bencana, dengan melakukan mitigasi, sosialisasi, pelatihan, dan edukasi kepada warga tentang pencegahan risiko bencana. Kedua, saat bencana, mereka terlibat langsung dalam tanggap darurat, membantu evakuasi, menyalurkan bantuan, dan menjaga keselamatan warga. Dan terkahir, Pasca bencana, dengan mendukung pemulihan lingkungan dan kehidupan masyarakat agar segera kembali normal.
“Inilah bentuk sinergi antara pemerintah daerah dan masyarakat dalam menghadapi risiko bencana. KMPB merupakan garda terdepan yang dapat mempercepat respon di tingkat desa,” tambahnya.
Kegiatan pengukuhan ini dirangkaikan dengan pelatihan dasar dan simulasi lapangan. Tim BPBD memberikan materi terkait pelaporan bencana, pemetaan wilayah rawan, serta teknik evakuasi aman. Materi teknis disampaikan oleh Adam selalu tenaga teknis yang menjadi narasumber. Pada kesempatan itu, ia menekankan pentingnya koordinasi dan komunikasi cepat antar relawan dalam situasi darurat.
Sementara itu, Kepala Desa Kinopasan, Jamaluddin, S.Pd. menyampaikan terima kasih dan penghargaan yang setinggi-kepada BPBD yang telah membentuk Tim Relawan di Desannya. Kehadiran Tim Relawan ini menurutnya sangat berarti dalam meningkatkan kapasitas dan kesiapsiagaan desa dalam menghadapi bencana.
Ia mengatakan, sangat menghargai dedikasi dan kerja keras tim BPBD dalam memberikan pelatihan dan pendampingan kepada masyarakat desa Kinopasan.
“Kami sangat berterima kasih kepada BPBD atas dukungan dan kepercayaan yang diberikan. Dengan terbentuknya KMPB, kami merasa lebih siap dan tanggap menghadapi potensi bencana yang bisa datang kapan saja,” ujarnya.
Kegiatan ditutup dengan simulasi lapangan penanggulangan bencana yang melibatkan seluruh peserta. Antusiasme warga terlihat tinggi, terutama saat para relawan mempraktikkan evakuasi dan penyelamatan korban. Simulasi ini memberikan pengalaman nyata bagi warga dalam memahami prosedur penanganan bencana yang cepat, tepat, dan aman.
BPBD Tolitoli berkomitmen untuk terus memperluas pembentukan KMPB di desa-desa lainnya, khususnya di wilayah rawan seperti banjir, tanah longsor, dan kebakaran hutan. Program ini diharapkan dapat membentuk masyarakat yang tangguh bencana, serta menjadikan Tolitoli sebagai kabupaten yang lebih siap menghadapi situasi darurat di masa mendatang. (Rustam)













