BeritaNasional

Nakes Klinik PT IMIP Divaksin Covid-19

3
×

Nakes Klinik PT IMIP Divaksin Covid-19

Sebarkan artikel ini
Vaksinasi Covid-19 bagi tenaga kesehatan di Klinik PT IMIP, Senin, 8 Februari 2021. (Foto Humas PT IMIP)

Suluhmerdeka.com – PT Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP) menggelar vaksinasi Covid-19 khusus tenaga kesehatan yang bekerja di Klinik PT IMIP. Vaksinasi digelar selama dua hari, mulai tanggal 8 – 9 Februari 2021, dan berlangsung di ruang serbaguna Kantor PT IMIP.

Ditemui di sela-sela kegiatan, penanggungjawab Klinik PT IMIP, dr Friselina Nuransi Mandiangan mengatakan, jumlah tenaga kesehatan yang akan divaksin sejumlah 104 orang. Termasuk di dalamnya dokter, perawat, analist, dan tenaga kesehatan lainnya.

Seluruh Nakes, kata dr Selly, sapaan akrab dr Friselina Nuransi Mandiangan, menjadi prioritas awal dari pemerintah. Pada prinsipnya, tenaga medis yang ada sangat bersedia dilakukan vaksinasi. Mereka sangat antusias, karena keberhasilan vaksinasi ini akan menentukan keberhasilan pemberian kepada masyarakat di kemudian hari.

Vaksinasi ini membutuhkan dua kali dosis penyuntikan. Hal tersebut dilakukan karena vaksin membutuhkan waktu satu bulan untuk menciptakan imunitas. Dr Selly menguraikan, suntikan pertama (8 Februari 2021) dilakukan untuk memicu respon kekebalan awal dan suntikan kedua (dua minggu setelah vaksinasi tahap pertama) dilakukan untuk menguatkan respon imun yang telah terbentuk.

“Kalau soal prosedur, jika dalam pemeriksaan kesehatan dinyatakan sehat, maka yang bersangkutan akan menerima vaksin hari itu juga. Mereka yang dimundurkan jadwalnya atau di pending, diantaranya ibu hamil dan menyusui, memiliki riwayat terkonfirmasi Covid-19, dan punya penyakit kronis,” urai dr Selly.

Meski telah dilakukan vaksinasi, lanjutnya lagi, penerapan protokol Covid-19 (menggunakan Masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan) di Klinik PT IMIP, tetap diterapkan sebagai upaya pencegahan.

“Yang paling penting, bahwa vaksinasi ini bisa efektif mengurangi angka penyebaran Covid-19, khususnya di Kabupaten Morowali. Hal itu juga kan sebagai bentuk ikhtiar atau usaha dari kita semua,” jelas dr Selly. (*/ptr)