PALU,SULUHMERDEKA – Sabtu 7 September 2024 besok, konferensi ke- IX, Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Kota Palu akan berlangsung di Hotel Jazz Palu. Persiapan panitia kini sudah 95 persen. Demikian diungkap dari keterangan Ketua Panitia Konferta-IX AJI Palu, Aldrim, seusai final chek.
Menurutnya, peserta dari luar Kota palu hampir seluruhnya sudah datang . Persiapan di lokasi acara pun sudah rampung. Konferta AJI kali ini mengusung berkonsep Eco Friendly alias ramah lingkungan.
‘’Tidak ada air botol kemasan di atas meja selama kegiatan berlangsung,’’ katanya.
Panitia dan pihak hotel jelas Aldrim, menyiapkan gelas dan air siap minum di lokasi kegiatan. Bagi peserta konferta dianjurkan membawa tabung minum atau yang familiar disebut tumbler. Ini untuk mengurangi jejak karbon yang dihasilkan selama konferta berlangsung.
“Pihak hotel katanya sudah menyanggupi untuk menyediakan air gallon,”ujarnya.
Bukan hanya menyediakan air kemasan sekali pakai, pun sama halnya dengan materi sidang. Panitia paparnya juga menyiapkan dokumen kebutuhan selama konferta tanpa kertas alias paperless.
‘’Materi LPJ dan materi persidangan bisa diakses dengan menggunakan kode batang atau barcode. ‘’Peserta tinggal scan maka semua materi yang dibutuhkan sudah terpampang jelas. Jika ada kertas jumlahnya diupayakan sekecil mungkin,’’ rinci Aldrim.
Aldi mengatakan, konsep go green ini yang diterapkan panitia sebgai langkah kecil yang bertujuan untuk mengurangi polusi dan sampah, khususnya plastik sekali pakai dan seminimal mungkin tidak meninggalkan jejak karbon dalam jumlah berlebih.
Konferta yang dimulai pukul 09.00 wita itu, akan dihadiri para undangan dari kalangan pemerintah, mitra maupun kalangan organisasi sipil.
‘’Dari hasil komunikasi para undangan sudah menyatakan kesiapannya untuk datang pada pembukaan,’’ ujar jurnalis Kompas TV itu.
Konferta ke-IX yang akan dibuka Sekretaris Jenderal AJI Nasional, Bayu Wardhana itu, juga akan menghadirkan pada mantan anggota AJI yang tersebar.
‘’Mereka tetap kita hadirkan. Walau bukan lagi anggota AJI, tapi sumbangsih pemikiran mereka tetap dibutuhkan untuk perkembangan AJI,’’ demikian Aldrim. **