Berita

Jejak Pulang dan Berbagi di Kota Cengkeh, Zakat Mal Menteri Hukum RI Mengalir untuk Warga Tolitoli.

3
×

Jejak Pulang dan Berbagi di Kota Cengkeh, Zakat Mal Menteri Hukum RI Mengalir untuk Warga Tolitoli.

Sebarkan artikel ini
BERBAGI DIBULAN BERKAH - Tampak Ketua BPD KKSS sekaligus ketua DPC Gerindra Andi Ahmad Syarif mewakili Menteri Hukum RI dan Wakil Ketua MPR-RI saat membagikan sedekah kepada ribuan warga Tolitoli yang mengantri memadati Hotel Bumi Harapan tempat sang menteri menginap

TOLITOLI, Suluh Merdeka – Senja belum sepenuhnya turun ketika halaman Hotel Bumi Harapan di Kelurahan Baru mulai dipadati warga. Dari berbagai penjuru  kota cengkeh, masyarakat datang dengan harapan menyambut kepulangan sosok yang setiap hadirnya selalu membawa cerita tentang kepedulian dan berbagi.

Bagi warga Tolitoli, pulang kampung Supratman Andi Agtas atau akrab disapa pak Maman bukan sekadar nostalgia. Ia telah menjelma menjadi tradisi yang dinanti setiap kepulangannya, terutama di bulan suci Ramadan bulan yang penuh rahmat, ampunan, dan keberkahan.

Ramadan tahun ini terasa istimewa. Di penghujung bulan ramadan, tepatnya Rabu (18/3), ratusan warga memadati lokasi penyaluran zakat mal dan sedekah. Meski sempat terjadi desakan kecil di awal kegiatan, suasana segera kembali tertib. Warga dengan sabar mengantre, menanti giliran menerima bantuan yang telah menjadi simbol kepedulian keluarga besar sang menteri.

Kehadiran pak Maman kali ini juga terasa lebih istimewah dan cukup membangakan masyarakat Tolitoli, ia pulang kampung, disambut warga bukan lagi sebagai anggota DPR-RI namun sebagai sosok Menteri Hukum. Kebahagian itu terasa lebih hangat lagi, karena ia pulang kampung  bersama putranya, Abcandra Muhammad Akbar yang juga merupakan Wakil ketua MPR-RI dan keluarganya besarnya.

Selama perjalanan menuju kota cengkeh, menyusuri jalan sepanjang jalur pantai barat,  ia menyempatkan diri menyambangi sejumlah desa di Tolitoli. Kunjungan itu bukan sekadar agenda formal, melainkan napak tilas menyusuri kembali jejak masa lalu, menyapa sahabat lama, dan mempererat hubungan dengan masyarakat yang menjadi bagian dari perjalanan hidupnya.

Suasana haru pun sangat terasa, ketika pak Maman dan keluarganya tiba di kota Tolitoli, disambut ratusan warga saat menginjakan kaki di Hotel Bumi harapan. Sesat setelah menyapa warga, Menteri Hukum langsung menyalurkan  bantuan zakat mal maupun sedekah, melalui adik kandungnya Andi Ahmad Syarif dan putranya Abcandra Muhammad Akbar kepada ratusan masyarakat yang telah mengantri.

ANTUASIAS WARGA – Tampak antrian warga dengan tertib menunggu giliran, agar proses penerimaan bantuan berjalan lancar

Diselah-sela kegiatan pemberian bantuan itu, Wakil ketua MPR-RI yang akrab disapa Kaka baju hitam ini,  menegaskan bahwa zakat mal dan sedekah yang dislaurkan tersebut,  bukan sekadar rutinitas, melainkan kewajiban moral dan spiritual bagi setiap umat manusia yang memiliki kelebihan harta untuk berbagi dan membantu masyarakat yang kebetulan kekurangan.

“Ini adalah bentuk tanggung jawab kita sebagai umat Muslim. Di bulan Ramadan, setiap amal dilipatgandakan. Kami berharap kegiatan ini bisa memberi manfaat sekaligus mempererat silaturahmi,” harap Kaka baju hitam.

Sementara itu, Ketua BPD KKSS Tolitoli Andi Ahmad Syarif mengungkapkan rasa syukur atas tingginya antusiasme masyarakat. Menurutnya, kebahagiaan warga menjadi motivasi untuk terus menjaga tradisi berbagi ini.

“Antusiasme masyarakat luar biasa. Ini bukti bahwa nilai kebersamaan dan kepedulian masih sangat kuat di tengah masyarakat kita,” katanya.

Dalam kesempatan terpisah, Supratman Andi Agtas menegaskan bahwa kegiatan berbagi ini merupakan bagian dari komitmen pribadi dan keluarga untuk terus hadir di tengah masyarakat, khususnya di kampung halaman.

“Setiap kita memiliki tanggung jawab sosial. Apa yang kami lakukan ini adalah bentuk rasa syukur sekaligus upaya berbagi kebahagiaan dengan masyarakat. Tolitoli adalah bagian dari diri saya, sehingga sudah menjadi kewajiban untuk terus menjaga hubungan ini,” tuturnya.

Ia juga berharap nilai-nilai Ramadan keikhlasan, kepedulian, dan kebersamaan tidak berhenti hanya di bulan suci, tetapi terus terjaga dalam kehidupan sehari-hari.

Ramadan memang selalu menghadirkan ruang refleksi. Di tengah antrean panjang, senyum warga yang menerima zakat menjadi gambaran sederhana tentang arti keberkahan. Ada haru yang mengalir, rasa syukur yang terucap lirih, dan keyakinan bahwa dalam setiap rezeki, tersimpan hak orang lain yang harus ditunaikan.

Kegiatan ini berlangsung dengan pengamanan aparat Polres Tolitoli, dibantu Satpol PP dan Dinas Perhubungan. Meski sempat terjadi desakan di awal, situasi cepat dikendalikan hingga seluruh rangkaian berjalan aman dan kondusif.

Tak hanya berbagi zakat, rangkaian kegiatan kepulangan Menteri Hukum RI di Tolitoli juga diisi dengan sejumlah agenda silaturahmi selama berada di Kabupaten Tolitoli. Tampak halaman hotel mulai dipasangi tenda sebagai tanda kesiapan menyambut tamu atau open house saat hari lebaran

Namun sehari sebelumnya, menteri hukum yang akrab disapa pak Maman ini, juga mengawali kegiatan buka puasa bersama dipenghujung ramadan sehari sebelum hari raya idul Fitri 1447 Hijriah, sebagai ajang silaturahmi bersama tokoh dan sesepuh Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan (KKSS), termasuk para pengurus pilar organisasi.

Malam harinya, suasana kehangatan semakin terasa dalam agenda reuni bersama rekan-rekan satu angkatan SMA Negeri 1 Tolitoli sebuah momen sederhana namun sarat makna, mempertemukan kembali kenangan lama dalam balutan kebersamaan.

Di kota yang dikenal sebagai penghasil cengkeh ini, kepulangan seorang menteri bukan sekadar kunjungan resmi. Ia adalah kisah tentang akar yang tak pernah terputus tentang seseorang yang kembali, membawa sebagian rezekinya, dan membaginya dengan tulus kepada mereka yang menanti penuh harap (Zulfikar)