Daerah

Nelayan Hilang Saat Melaut, Perahunya Ditemukan di Pulau Kabetan

167
×

Nelayan Hilang Saat Melaut, Perahunya Ditemukan di Pulau Kabetan

Sebarkan artikel ini
Oplus_131072

TOLITOLI, Suluh Merdeka — Seorang nelayan bernama Agus Salim H Dahalar dilaporkan hilang setelah pergi melaut untuk memancing menggunakan perahu pada Sabtu (3/10) sekitar pukul 16.00 WITA.

Hingga Minggu (4/10), Agus Salim belum kembali ke rumah. Pihak keluarga yang mulai khawatir kemudian mendapatkan informasi bahwa perahu yang digunakan korban ditemukan oleh masyarakat di sekitar Pulau Kabetan, Kecamatan Ogodeide, Kabupaten Tolitoli.

Informasi tersebut langsung ditindaklanjuti dengan upaya pencarian. Tim SAR dari Basarnas Pos Tolitoli juga telah melakukan koordinasi dengan sejumlah unsur terkait untuk mengetahui keberadaan korban dan memastikan proses pencarian dapat dilakukan secara maksimal.

Keluarga korban Umiyah, mengaku sejak awal telah menunggu kepulangan korban. Menurutnya, Agus Salim seharusnya sudah kembali pada Minggu pagi setelah pergi memancing sehari sebelumnya.

Namun hingga waktu yang diperkirakan, korban tidak kunjung tiba di rumah.

“Seharusnya kembali pagi, tetapi sampai sore belum juga pulang,” ujar Umiyah kepada tim Basarnas.

Kekhawatiran keluarga semakin meningkat setelah masyarakat menemukan perahu yang diduga kuat digunakan oleh korban. Saat ditemukan, sejumlah persediaan makanan di dalam perahu disebut masih dalam kondisi utuh.

Temuan tersebut kemudian menjadi salah satu petunjuk penting bagi tim SAR dalam menelusuri keberadaan korban.

Nelayan lainnya kemudian membawa perahu tersebut menuju Jalan Baru Lingkar Molo’on sekitar pukul 16.32 WITA. Setelah perahu ditemukan, keluarga dan masyarakat berharap keberadaan Agus Salim dapat segera diketahui dan proses pencarian dapat menemukan titik terang.

Kepala Pos Basarnas Tolitoli, Sayudi, saat dikonfirmasi mengatakan, pihaknya masih mendalami peristiwa tersebut dengan melakukan pemetaan terhadap situasi dan kondisi perairan di sekitar lokasi ditemukannya perahu.

Menurut Sayudi, pemetaan diperlukan untuk menentukan pola pencarian sekaligus memperhitungkan kondisi perairan, arah arus, serta kemungkinan lokasi korban berdasarkan titik ditemukannya perahu.

“Pihaknya sedang mendalami peristiwa tersebut dengan memetakan situasi dan kondisi perairan sekitar ditemukannya perahu,” jelas Sayudi.

Ia mengatakan, Basarnas telah menyiapkan sejumlah sarana pendukung untuk proses pencarian, termasuk perahu boat dan perahu karet.

Selain menyiapkan personel dan peralatan, Basarnas Pos Tolitoli juga melakukan koordinasi dengan sejumlah unsur terkait, di antaranya BPBD, Lanal dan pihak kepolisian.

Koordinasi lintas instansi tersebut dilakukan agar proses pencarian dapat berlangsung secara terpadu, mengingat lokasi kejadian berada di wilayah perairan dan membutuhkan dukungan personel maupun sarana yang memadai.

Sayudi menambahkan, operasi pencarian direncanakan mulai dilakukan pada Senin (5/10), setelah seluruh persiapan personel dan peralatan selesai dilakukan.

“Insya Allah besok (Senin 5/10) kami akan mulai melakukan pencarian. Saat ini kami tengah melakukan persiapan personel maupun peralatan yang akan kita gunakan,” jelas Sayudi.

Hingga saat ini, Agus Salim H Dahalar masih dinyatakan belum ditemukan. Tim SAR bersama unsur terkait terus mempersiapkan langkah pencarian dengan menjadikan lokasi ditemukannya perahu sebagai salah satu titik awal penelusuran.

Keluarga korban juga berharap seluruh unsur yang terlibat dapat segera menemukan keberadaan Agus Salim dalam kondisi selamat.

Masyarakat yang mengetahui informasi mengenai keberadaan korban diharapkan segera menyampaikannya kepada keluarga maupun petugas SAR untuk membantu mempercepat proses pencarian. (*)

Penulis: RendraEditor: Yuslih Anwar